Kenali Nutri-Level: Cara Baru untuk Membantu Orang Tua Memilih Makanan Lebih Menyehatkan untuk Keluarga

Kabar baik untuk para orang tua! Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus berupaya mendukung gaya hidup sehat keluarga Indonesia melalui kebijakan baru terkait label gizi pada makanan kemasan.

Pada awal April 2026, Kepala BPOM Taruna Ikrar menandatangani rancangan revisi aturan tentang informasi nilai gizi pada label pangan olahan. Salah satu poin penting dalam revisi ini adalah penambahan sistem Nutri-Level, yaitu label gizi di bagian depan kemasan yang dirancang agar lebih mudah dipahami masyarakat, termasuk orang tua saat memilih makanan untuk anak.

Apa itu Nutri-Level?
Nutri-Level adalah sistem penilaian sederhana yang menunjukkan kualitas gizi suatu produk berdasarkan kandungan gula, garam, dan lemak (GGL). Label ini menggunakan huruf dan warna untuk memudahkan interpretasi:

  • A (hijau tua): kandungan GGL lebih rendah, pilihan lebih sehat
  • B (hijau muda): kandungan GGL rendah, masih tergolong baik
  • C (kuning): sebaiknya dikonsumsi dengan bijak
  • D (merah): perlu dibatasi sesuai kebutuhan atau kondisi kesehatan

Dengan adanya label ini, orang tua tidak perlu lagi bingung membaca tabel gizi yang sering kali rumit. Cukup lihat bagian depan kemasan, dan Anda sudah bisa membandingkan mana produk yang lebih menyehatkan untuk keluarga.

Bukan Larangan, Tapi Panduan
BPOM menegaskan bahwa Nutri-Level bukan berarti melarang konsumsi makanan tertentu. Sistem ini justru menjadi panduan praktis agar masyarakat lebih teliti dalam memilih makanan sehari-hari.

Bagi orang tua, ini sangat membantu dalam membiasakan anak mengonsumsi makanan yang lebih menyehatkan sejak dini, langkah penting untuk mencegah penyakit tidak menular seperti obesitas, diabetes, dan hipertensi di masa depan.

Menariknya, kebijakan ini juga membuka peluang bagi pelaku usaha untuk berinovasi menghadirkan produk dengan kandungan gizi yang lebih baik. Harapannya, semakin banyak pilihan makanan menyehatkan yang tersedia di pasaran.

Ke depan, penerapan Nutri-Level akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari produk minuman. Awalnya bersifat sukarela, sebelum nantinya diterapkan secara wajib setelah masa transisi. Dengan adanya sistem ini, orang tua kini punya “alat bantu” baru untuk membuat keputusan yang lebih bijak saat belanja produk pangan untuk keluarga.

Sumber: Siaran Pers Badan POM RI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *