BBW akan Hadir Lagi, Perkuat Gerakan Literasi

Kesenjangan minat baca di Indonesia sering kali dianggap sebagai akibat rendahnya ketertarikan masyarakat terhadap buku. Namun, Big Bad Wolf Books (BBW) melihat persoalan ini dari sudut pandang berbeda. Menurut Marthius Wandi Budianto, rendahnya literasi bukan semata karena malas membaca, melainkan karena akses terhadap buku yang masih terbatas, terutama di daerah luar Pulau Jawa.

Anak-anak tidak akan terbiasa membaca jika sejak kecil tidak dikelilingi oleh buku. Di banyak kota kecil, keberadaan toko buku masih sangat minim, bahkan bisa hanya satu di dalam pusat perbelanjaan. Kondisi ini membuat buku menjadi barang yang tidak mudah dijangkau dalam kehidupan sehari-hari keluarga.

Data yang sering disebutkan bahkan menunjukkan bahwa tingkat literasi Indonesia baru menyentuh angka 0,001 persen. Terlepas dari perdebatan angka tersebut, faktanya kebiasaan membaca memang belum menjadi budaya kuat di banyak rumah tangga. Padahal, membangun minat baca sebaiknya dimulai sejak usia dini, ketika anak masih berada dalam fase eksplorasi dan meniru kebiasaan orang tua.

Sebagai salah satu upaya menjawab tantangan ini, BBW kembali menghadirkan bazar buku internasional dengan harga terjangkau dan pilihan yang sangat beragam. Tahun ini, BBW Jakarta 2026 akan digelar pada 29 April hingga 3 Mei 2026 di ICE BSD City, dengan konsep 24 jam nonstop selama lima hari. Jutaan buku ditawarkan dengan harga mulai dari Rp49.000, bahkan diskon hingga 90 persen, sehingga lebih ramah di kantong keluarga.

Menariknya, sekitar 70 persen koleksi yang dihadirkan merupakan buku anak. Ini menjadi peluang besar bagi orang tua untuk mulai membangun “perpustakaan kecil” di rumah. Selain itu, kemitraan dengan layanan logistik juga memungkinkan pembelian buku tetap mudah, bahkan bagi pengunjung dari luar kota.

Momentum satu dekade kehadiran BBW di Indonesia juga menunjukkan komitmen mereka untuk terus memperluas akses literasi, termasuk dengan menjangkau lebih banyak kota. Bagi orang tua, kehadiran acara seperti ini bisa dimanfaatkan sebagai langkah awal menumbuhkan kecintaan anak pada membaca.

Dengan akses buku yang lebih luas dan dukungan dari lingkungan keluarga, diharapkan kebiasaan membaca dapat tumbuh perlahan dan menjadi bekal penting bagi perkembangan anak di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *