Bolehkan Ibu Hamil Makan Buah Nangka?

Buah nangka dikenal dengan rasa manis dan aroma khas yang menggugah selera. Banyak ibu hamil menyukainya karena bisa menjadi camilan segar alami. Namun, sebagian orang masih ragu: amankah ibu hamil makan buah nangka?

Kandungan Gizi Buah Nangka

Nangka (Artocarpus heterophyllus) mengandung banyak zat gizi penting yang dibutuhkan selama kehamilan. Dalam 100 gram daging nangka terdapat:

  • Kalori: ±95 kkal
  • Karbohidrat: ±23 g
  • Serat: ±1,5 g
  • Vitamin C: ±13,7 mg
  • Kalium: ±303 mg
  • Vitamin A, B6, magnesium, dan antioksidan seperti flavonoid dan karoten.

Menurut Journal of Food Science and Technology, nangka juga mengandung senyawa bioaktif yang memiliki efek antioksidan dan antiradang. Ini penting untuk menjaga daya tahan tubuh ibu selama kehamilan.

Manfaat Buah Nangka untuk Ibu Hamil

  1. Menangkal Radikal Bebas
    Kandungan vitamin C dan antioksidan pada nangka membantu meningkatkan sistem imun ibu hamil dan melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas (Rathore et al., 2011).
  2. Mendukung Perkembangan Janin
    Vitamin A dan B-kompleks dalam nangka penting untuk pembentukan organ janin, terutama sistem saraf dan penglihatan.
  3. Membantu Pencernaan
    Serat dalam buah nangka membantu mengurangi risiko sembelit, salah satu keluhan umum selama kehamilan.
  4. Mengatur Tekanan Darah
    Kandungan kalium membantu menjaga tekanan darah tetap stabil dan mengurangi risiko preeklampsia.

Risiko dan Batas Konsumsi

Meski memiliki banyak manfaat, konsumsi nangka tetap perlu dibatasi. Nangka termasuk buah tinggi gula alami. Jika dikonsumsi berlebihan, bisa meningkatkan kadar gula darah, terutama pada ibu dengan risiko diabetes gestasional.

Menurut American Diabetes Association, buah manis seperti nangka tetap aman dikonsumsi selama dalam jumlah wajar dan menjadi bagian dari diet seimbang. Disarankan tidak mengonsumsi lebih dari 100–150 gram nangka per hari bagi ibu hamil yang tidak memiliki masalah metabolik.

Mitos: Nangka Sebabkan Keguguran?

Salah satu mitos yang berkembang adalah bahwa buah nangka dapat menyebabkan keguguran. Namun, hingga saat ini tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut. Justru, penelitian menyatakan bahwa nangka tidak mengandung senyawa abortifasien (pemicu keguguran) (Kaur et al., 2016).

Tips Konsumsi Aman

  • Pilih nangka matang alami, bukan yang diawetkan dengan gula berlebih.
  • Konsumsi sebagai camilan, bukan sebagai pengganti makan utama.
  • Hindari jika memiliki alergi terhadap buah tropis atau gangguan pencernaan tertentu.
  • Konsultasikan dengan dokter jika memiliki kondisi medis khusus seperti diabetes gestasional.

Buah nangka aman dikonsumsi oleh ibu hamil selama tidak berlebihan. Kandungan gizinya memberikan banyak manfaat untuk ibu dan janin. Namun, perlu bijak dalam porsi dan cara penyajiannya. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahli gizi atau dokter kandungan jika masih ragu.

Daftar Pustaka

  1. Rathore, M., et al. (2011). Jackfruit (Artocarpus heterophyllus Lam.) improvement in India: A review. Journal of Food Science and Technology, 48(1), 1–13.
  2. Kaur, C., & Kapoor, H. C. (2001). Antioxidants in fruits and vegetables – the millennium’s health. International Journal of Food Science and Technology, 36(7), 703–725.
  3. American Diabetes Association. (2020). Nutrition therapy recommendations for the management of adults with diabetes.
  4. USDA FoodData Central. (2020). Jackfruit, raw.
  5. NIH. (2022). Potassium and pregnancy. National Institutes of Health.

Photo by sha ima: https://www.pexels.com/photo/ripe-jackfruit-on-black-bowl-8678933/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *