Supaya Busui Tidak Dehidrasi saat Menjalankan Puasa Ramadan

Keluhan yang kerap dialami ibu menyusui (busui) saat menjalankan puasa ramadan adalah merasa haus berlebihan. Hal ini terjadi karena tubuh butuh cairan ekstra untuk memproduksi air susu ibu (ASI), sehingga risiko dehidrasi menjadi lebih tinggi.

Produksi ASI membutuhkan sekitar 700–800 ml cairan per hari. Artinya, tubuh ibu bekerja lebih keras dibandingkan wanita yang tidak menyusui. Menurut Institute of Medicine, kebutuhan cairan ibu menyusui meningkat hingga sekitar 3,1 liter per hari dari semua sumber (air minum dan makanan).

Selain itu, perubahan hormon prolaktin dan oksitosin selama menyusui turut memengaruhi keseimbangan cairan tubuh. Jika asupan cairan tidak mencukupi saat sahur dan berbuka, tubuh akan cepat menunjukkan tanda dehidrasi seperti mulut kering, urine berwarna gelap, pusing, hingga kelelahan.

Penelitian juga menunjukkan bahwa dehidrasi ringan sekalipun dapat memengaruhi energi ibu dan kenyamanan saat menyusui, meski produksi ASI umumnya tetap terjaga selama ibu masih mendapatkan cairan yang cukup.

Agar tetap segar dan produksi ASI optimal selama Ramadan, berikut strategi yang bisa diterapkan:

  1. Terapkan pola minum 2–4–2
    Minum 2 gelas saat berbuka, 4 gelas di antara waktu berbuka hingga sebelum tidur, dan 2 gelas saat sahur. Ini membantu memenuhi kebutuhan cairan harian secara bertahap.
  2. Pilih makanan tinggi air
    Perbanyak buah dan sayur seperti semangka, jeruk, timun, tomat, dan sup bening. Kandungan airnya membantu hidrasi tambahan.
  3. Batasi kafein dan minuman manis
    Kopi, teh, dan minuman tinggi gula bersifat diuretik ringan yang dapat meningkatkan pengeluaran cairan lewat urine.
  4. Konsumsi elektrolit alami
    Air kelapa atau kuah kaldu dapat membantu menggantikan mineral yang hilang selama puasa.
  5. Dengarkan sinyal tubuh
    Jika muncul tanda dehidrasi berat (lemas ekstrem, pusing hebat, jarang buang air kecil), pertimbangkan untuk membatalkan puasa demi kesehatan ibu dan bayi.

Dengan strategi minum yang tepat, pilihan makanan yang baik, dan kesadaran terhadap sinyal tubuh, risiko dehidrasi dapat ditekan sehingga ibu tetap bugar dan bayi tetap mendapatkan ASI optimal. Jika busui memutuskan untuk berpuasa, maka sebaiknya lakukan konsultasi terlebih dahulu kepada sokter atau konselor laktasi terutama bila usia bayi masih di bawah 6 bulan.

Sumber:

  1. Institute of Medicine. Dietary Reference Intakes for Water, Potassium, Sodium, Chloride, and Sulfate (2005).
  2. La Leche League International – Breastfeeding and Hydration.

Photo by Andrea Piacquadio: https://www.pexels.com/photo/photo-of-woman-drinking-from-plastic-cup-3767344/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *