Rambut rontok setelah melahirkan adalah keluhan yang cukup umum. Kondisi ini sering membuat ibu mencoba berbagai perawatan alami, salah satunya menggunakan air rebusan jahe sebagai air keramas. Jahe dipercaya dapat “menguatkan akar rambut” dan merangsang pertumbuhan rambut.
Namun, benarkah air jahe yang digunakan pada kulit kepala dapat mengurangi rambut rontok setelah melahirkan?
Kerontokan setelah melahirkan umumnya merupakan kondisi yang disebut telogen effluvium. Perubahan kadar hormon setelah persalinan menyebabkan lebih banyak rambut memasuki fase istirahat dan kemudian rontok. Kerontokan biasanya mulai terlihat beberapa bulan setelah melahirkan dan dapat mencapai puncaknya sekitar empat bulan postpartum. Pada sebagian besar ibu, kondisi ini bersifat sementara dan rambut akan berangsur kembali seperti sebelumnya.
Artinya, penyebab utama kerontokan berkaitan dengan siklus pertumbuhan rambut dan perubahan hormonal, sehingga sekadar mengganti air keramas belum tentu dapat menghentikan proses tersebut.
Bagaimana dengan air rebusan jahe?
Sampai saat ini, belum ada bukti klinis yang kuat bahwa air rebusan jahe yang digunakan untuk keramas dapat mengurangi rambut rontok postpartum.
Justru, penelitian mengenai salah satu komponen utama jahe, yaitu 6-gingerol, memberikan hasil yang sebaliknya. Penelitian pada folikel rambut manusia yang dikultur menunjukkan bahwa 6-gingerol tidak merangsang pertumbuhan rambut. Senyawa tersebut malah menghambat pemanjangan batang rambut dan proliferasi sel papila dermal. Penelitian pada hewan juga menunjukkan penurunan pertumbuhan rambut setelah pemberian 6-gingerol.
Temuan tersebut tidak berarti keramas dengan air jahe pasti menyebabkan rambut rontok. Konsentrasi 6-gingerol dalam penelitian tidak sama dengan air rebusan jahe rumahan. Namun, hasil ini menunjukkan bahwa klaim jahe sebagai bahan antirontok belum bisa dianggap terbukti secara ilmiah, dan penelitian pada manusia masih sangat terbatas dan belum cukup untuk memastikan efektivitas maupun keamanannya. (PubMed)
Jadi, bolehkah ibu mencoba air jahe?
Jika hanya digunakan sebagai bagian dari perawatan rambut, sebaiknya jangan menjadikan air jahe sebagai pengobatan utama rambut rontok postpartum. Kulit kepala juga bisa mengalami iritasi pada sebagian orang, terutama jika menggunakan bahan herbal dengan konsentrasi yang tidak diketahui.
Yang lebih penting adalah menjaga pola makan seimbang, menghindari perawatan rambut yang terlalu keras, dan memberikan waktu bagi siklus rambut untuk kembali normal.
Jika kerontokan sangat berat, muncul bagian kepala yang menipis atau botak, atau rambut belum kembali membaik setelah sekitar satu tahun, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kulit. Dokter dapat membantu memastikan apakah kerontokan memang berkaitan dengan postpartum atau ada penyebab lain yang perlu ditangani.
Sumber:
- American Academy of Dermatology. Hair loss in new moms: Dermatologist tips.
- Miao Y, et al. 6-Gingerol inhibits hair shaft growth in cultured human hair follicles and modulates hair growth in mice. PLOS ONE, 2013.
- Hou C, et al. 6-Gingerol inhibits hair cycle via induction of MMP2 and MMP9 expression. Anais da Academia Brasileira de Ciências, 2017.
- Malkud S. Telogen Effluvium: A Review. Journal of Clinical and Diagnostic Research, 2015.
Foto oleh Towfiqu barbhuiya: https://www.pexels.com/id-id/foto/tangan-memegang-rambut-penyakit-9755382/




