Popularitas milk tea atau teh susu sedang menanjak. Sensasi manis, dan menyegarkan kerap menjadi penawar craving bagi banyak orang, termasuk ibu hamil. Namun, di tengah perubahan fisik dan kebutuhan gizi selama kehamilan, boleh enggak ya jika ibu hamil mengonsumsi milk tea?
Sebenarnya, minum milk tea saat hamil boleh-boleh saja, namun dengan catatan batasi konsumsinya karena ada hal yang perlu diwaspadai dari minuman teh susu ini.
Kafein dari Teh
Teh (baik teh hitam, teh hijau, maupun jenis oolong) secara alami mengandung kafein. Mengutip American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), ibu hamil disarankan membatasi asupan kafein maksimal 200 miligram per hari (setara 1–2 cangkir teh atau kopi). Asupan kafein yang berlebihan selama kehamilan berisiko menembus plasenta dan Jika dikonsumsi berlebihan, kafein dapat menembus plasenta dan memicu risiko kesehatan seperti keguguran, berat badan lahir rendah, bayi lahir prematur, serta gangguan tidur pada ibu dan janin.
Gula Tinggi
Satu gelas milk tea berukuran sedang dapat mengandung 30 hingga 50 gram gula, hal ini melebihi batas konsumsi gula harian yang direkomendasikan Kementerian Kesehatan RI yakni sekitar 25 gram per hari. Asupan gula berlebih berisiko memicu peningkatan berat badan drastis pada ibu dan janin serta meningkatkan risiko diabetes gestasional. Selain itu, tambahan topping seperti boba (tapioka) kaya akan gula dan karbohidrat sederhana dan minin zat gizi.
Tips Nikmati Milk Tea Saat Hamil
Bagi ibu yang sedang ngidam milk tea, tidak perlu berkecil hati. Anda tetap bisa menikmatinya dengan menerapkan langkah-langkah berikut:
- Pilih less sugar misal kadar gula hanya 25% atau pilih no sugar.
- Pastikan susu yang digunakan adalah susu pasteurisasi atau susu UHT yang telah melalui proses panas, Hindari milk tea berbahan susu segar.
- Batasi konsumsinya, hanya dua pekan sekali misalnya. Jadikan milk tea sebagai reward sesekali, bukan sebagai minuman harian.
- Hindari topping berlebih: Kurangi atau lewati penggunaan boba, jelly atau pudding.
- Perbanyak minum air putih, karena cairan hidrasi yang terbaik adalah air putih, minimal 2–2,5 liter sehari.
Jika Ibu memiliki riwayat diabetes gestasional, hipertensi dalam kehamilan, atau masalah kenaikan berat badan berlebih, sebaiknya konsultasikan dahulu penggunaan minuman tinggi gula dan kafein kepada dokter spesialis kandungan atau ahli gizi.
Sumber:
- American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) – Moderate Caffeine Consumption During Pregnancy (ACOG Committee Opinion No. 462).
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia – Batasan Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak (GGL) Harian.
- National Health Service (NHS) UK – Should I limit caffeine during pregnancy?
- World Health Organization (WHO) – Guideline: Sugars intake for adults and children.
Foto oleh RDNE Stock project: https://www.pexels.com/id-id/foto/orang-yang-memegang-gelas-minum-bening-dengan-cairan-kuning-6412830/




