Mendukung tumbuh kembang anak tidak sebatas memenuhi kebutuhan fisiknya saja. Lebih dari itu, perhatian penuh pada kemampuan anak untuk belajar, berpikir, dan beradaptasi juga memegang peranan yang sangat penting. Setiap anak terlahir dengan potensi unik yang tidak hanya diukur dari kecerdasan intelektual (IQ) atau prestasi akademik semata. Perkembangan kognitif mencakup berbagai fondasi utama, seperti tingkat perhatian, daya ingat, penalaran, hingga kemampuan memecahkan masalah.
Untuk mengoptimalkan seluruh kemampuan tersebut, anak memerlukan fondasi yang kokoh dan saling berkaitan. Fondasi ini meliputi pemenuhan gizi yang tepat, kesiapan biologis, stimulasi yang sesuai, serta kesehatan saluran cerna (gut health).
Saluran cerna yang sehat memainkan peran vital dalam penyerapan zat gizi. Ketika nutrisi terserap dengan baik, tubuh dan otak anak berada dalam kondisi siap untuk menerima stimulasi belajar. Hal ini sejalan dengan studi dalam jurnal Nutrition Reviews (2026) yang mengonfirmasi adanya hubungan positif antara pola makan, kemampuan kognitif, dan prestasi akademik pada anak usia sekolah.
Memahami pentingnya fondasi ini, Bebelac hadir dalam ajang Ideafest 2026 melalui talkshow bertajuk “Growing Little Minds: The Science Behind Every Child’s Potential”. Acara ini mengajak para orang tua untuk memahami bagaimana kognitif Si Kecil terbentuk dan didukung dalam kehidupan sehari-hari. Medical and Scientific Affairs Director Danone Indonesia, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, menegaskan pentingnya melihat perkembangan anak secara menyeluruh.
“Pemenuhan zat gizi yang tepat, kesehatan saluran cerna yang baik, dan stimulasi yang sesuai merupakan bagian dari fondasi yang saling mendukung untuk membantu anak lebih siap belajar, bereksplorasi, dan mengembangkan berbagai kemampuan kognitifnya,” jelas dr. Ray. Ia menambahkan bahwa asupan kaya serat pangan dan prebiotik seperti FOS, GOS, dan Inulin sangat penting untuk menjaga keragaman mikrobioma usus (microbial diversity). Pencernaan yang sehat membantu memastikan nutrisi terserap optimal demi mendukung proses belajar Si Kecil.
Proses tumbuh kembang ini berlangsung setiap hari melalui interaksi sederhana. Cynthia, seorang momfluencer pemilik akun @janelleandmom, turut membagikan pengalamannya dalam mendampingi sang buah hati. Ia menekankan bahwa stimulasi tidak harus rumit. Bermain bersama, mengajak berinteraksi, mendengarkan cerita, serta memberi ruang bagi anak untuk mencoba hal baru adalah langkah nyata yang sangat berarti. Bagi Cynthia, kombinasi nutrisi seimbang, pencernaan sehat, dan stimulasi harian adalah kunci utama agar anak siap berkembang sesuai potensinya.
Foto oleh Kampus Production: https://www.pexels.com/id-id/foto/teman-teman-kawan-sahabat-bermain-8813505/




