Melihat bayi mulai tengkurap adalah salah satu momen penting dalam tumbuh kembangnya. Namun tak sedikit para orang tua bertanya, sebenarnya kapan idealnya bayi bisa tengkurap sendiri (mandiri, tanpa bantuan). Umumnya bayi mulai bisa tengkurap di usia 3–6 bulan, dengan sebagian besar bayi mampu melakukannya secara mandiri di sekitar usia 4–6 bulan.
Menurut kajian, kemampuan tengkurap termasuk dalam keterampilan motorik kasar awal yang sangat penting sebagai fondasi tahap berikutnya, seperti duduk, merangkak, hingga berjalan. Sebelum benar-benar bisa tengkurap, bayi biasanya melalui beberapa tahap.
Di usia 0–3 bulan, bayi mulai belajar mengangkat kepala saat posisi tengkurap. Lalu, di usia sekitar 3–4 bulan, bayi mulai bisa menahan kepala dan dada dengan bantuan tangan. Setelah itu, barulah bayi belajar berguling ke samping hingga akhirnya mampu tengkurap sendiri.
Tengkurap memiliki peran besar dalam memperkuat otot leher, bahu, dan punggung. Penelitian dalam jurnal kesehatan menunjukkan bahwa aktivitas tummy time secara rutin dapat meningkatkan kekuatan otot dan keterampilan motorik kasar bayi, terutama pada usia 3–6 bulan. Sebaliknya, kurangnya stimulasi seperti tummy time berkontribusi pada keterlambatan perkembangan motorik.
Namun, penting dipahami bahwa setiap bayi berkembang dengan ritme yang berbeda. Faktor seperti stimulasi dari orang tua, kondisi kesehatan, hingga riwayat kelahiran prematur dapat memengaruhi kecepatan bayi mencapai milestone ini. Dalam studi perkembangan bayi, stimulasi yang konsisten terbukti membantu bayi mencapai tahap motorik sesuai usianya.
Orang tua dapat membantu dengan rutin memberikan tummy time sejak bayi baru lahir, dimulai dari durasi singkat dan dilakukan saat bayi terjaga. Selain memperkuat otot, aktivitas ini juga membantu mencegah kepala bayi menjadi datar (plagiocephaly).
Meski begitu, tetap perhatikan keamanan si kecil ya Bu!. Bayi sebaiknya tidak dibiarkan tengkurap saat tidur tanpa pengawasan. Jika hingga usia 6 bulan bayi belum menunjukkan tanda-tanda bisa tengkurap atau tampak lemah saat mengangkat kepala, sebaiknya konsultasikan ke tenaga kesehatan.
Dengan stimulasi yang tepat dan penuh kesabaran, orang tua bisa membantu bayi mencapai tahap ini secara optimal.
Sumber:
- Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia (2024)
- Journal of Human and Education (2024)
- Jurnal Kesehatan Tambusai
- Innovative: Journal of Social Science Research
Photo by Emma Bauso: https://www.pexels.com/photo/hands-of-baby-16579299/





