Dalam menyusun menu makanan pendamping ASI (MPASI), banyak orang tua mulai mengeksplorasi berbagai bahan, termasuk bagian ayam seperti kulit. Namun, apakah kulit ayam aman dan bermanfaat untuk bayi?
Secara umum, bayi usia di atas 6 bulan membutuhkan asupan lemak dari MPASI untuk mendukung pertumbuhan, perkembangan otak, serta penyerapan vitamin. Lemak bahkan menjadi sumber energi penting dalam masa tumbuh kembang awal kehidupan.
Kulit ayam dikenal sebagai bagian dari ayam yang tinggi lemak, sehingga ibu bisa mengubahnya menjadi minyak ayam sebagai sumber lemak untuk hidangan MPASI si kecil. Lemak dari minyak ayam ini dapat memberikan tambahan kalori pada MPASI, yang memang dibutuhkan bayi dalam jumlah cukup besar. Bahkan, minyak yang dihasilkan dari kulit ayam bisa digunakan sebagai penambah rasa gurih. Dalam jumlah kecil dan pengolahan yang tepat, penggunaan minyak dari kulit ayam boleh.
Namun, ada hal penting yang perlu diperhatikan. Kulit ayam mengandung cukup banyak lemak jenuh. Jenis lemak ini, jika dikonsumsi berlebihan, dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan karena berkaitan dengan peningkatan kolesterol di kemudian hari. Untuk bayi, keseimbangan jenis lemak sangat penting. Lemak tak jenuh seperti omega-3 dan omega-6 justru lebih dianjurkan karena berperan dalam perkembangan otak dan sistem saraf.
Jadi, bolehkah kulit ayam untuk MPASI?
Kulit ayam tidak dianjurkan sebagai bahan utama MPASI, tetapi masih bisa digunakan secara terbatas, misalnya dalam bentuk minyak ayam sebagai lemak tambahan. Orang tua sebaiknya:
- Menggunakan dalam jumlah kecil
- Tidak menjadikannya sumber lemak utama
- Menghindari pengolahan dengan cara digoreng
- Mengutamakan variasi sumber lemak sehat lain
Alternatif yang Lebih Sehat
Untuk memenuhi kebutuhan lemak bayi, orang tua bisa memilih sumber yang lebih direkomendasikan seperti:
- Minyak zaitun
- Ikan berlemak
- Alpukat
- Telur
Kulit ayam memang mengandung lemak yang dapat membantu menambah kalori MPASI, tetapi penggunaannya harus sangat dibatasi. Fokus utama tetap pada sumber lemak sehat yang lebih baik untuk perkembangan bayi.





