Uji Klinis Fase 3 Vaksin Tuberkolosis di Indonesia

Indonesia tengah memainkan peran penting dalam uji klinis global vaksin tuberkulosis (TBC) M72/AS01E, sebuah langkah strategis dalam upaya menanggulangi beban TBC yang tinggi di tanah air.  Dengan kasus TBC tertinggi kedua di dunia setelah India, partisipasi Indonesia dalam uji klinis ini menjadi krusial untuk memastikan efektivitas vaksin pada populasi lokal.

Uji Klinis Fase 3 Vaksin M72 di Indonesia

Vaksin M72/AS01E, yang dikembangkan oleh GSK dan didukung oleh Bill & Melinda Gates Foundation, telah memasuki fase 3 uji klinis.  Di Indonesia, uji klinis ini melibatkan 2.095 partisipan dari kelompok usia remaja dan dewasa, yang direkrut antara September 2024 hingga April 2025.  Institusi medis terkemuka seperti RSUP Persahabatan, RS Universitas Indonesia, RS Islam Cempaka Putih, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK UNPAD) turut serta dalam pelaksanaan studi ini. 

Secara global, uji klinis fase 3 ini melibatkan total 20.081 partisipan dari lima negara, termasuk Afrika Selatan, Kenya, Zambia, dan Malawi. 

Keamanan dan Efikasi Vaksin

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin dalam situs Kemenkes RI, menegaskan bahwa vaksin M72 telah melewati uji klinis fase 1 dan 2 yang menunjukkan profil keamanan yang baik.  Uji klinis fase 3 saat ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas vaksin dalam mencegah TBC paru pada individu dewasa dengan infeksi TB laten yang tidak terinfeksi HIV.  Prof. Dr. dr. Erlina Burhan, Sp.P(K), Peneliti Utama Nasional Vaksin TB saat konferensi pers daring (23/3/2025), menyatakan bahwa hasil uji klinis fase 2b menunjukkan efikasi vaksin sebesar 50-54%.  Dengan jumlah partisipan yang lebih besar pada fase 3, diharapkan efikasi vaksin dapat meningkat. 

Manfaat Strategis bagi Indonesia

Partisipasi Indonesia dalam uji klinis ini memberikan beberapa keuntungan strategis.  Pertama, memungkinkan evaluasi kecocokan vaksin dengan populasi lokal, mengingat faktor genetik dapat mempengaruhi respons imun.  Kedua, membuka peluang transfer teknologi dan produksi vaksin di dalam negeri melalui Bio Farma.  Ketiga, mempercepat akses masyarakat Indonesia terhadap vaksin jika terbukti efektif dan aman. 

Jika seluruh tahapan uji klinis berjalan lancar, vaksin M72 diharapkan dapat tersedia secara luas pada akhir tahun 2028.  Keberhasilan ini akan menjadi langkah signifikan dalam upaya Indonesia mencapai target eliminasi TBC pada tahun 2030, sejalan dengan komitmen global untuk memberantas penyakit ini.

Dengan dukungan pemerintah, lembaga penelitian, dan masyarakat, Indonesia berpotensi menjadi pionir dalam pengembangan dan distribusi vaksin TBC yang efektif, memberikan harapan baru dalam perang melawan tuberkulosis.

Photo by cottonbro studio: https://www.pexels.com/photo/person-holding-syringe-and-vaccine-bottle-3952241/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *