Meski dikelilingi banyak mainan, anak sering kali mengeluh bosan. Saking ingin memberikan yang terbaik dan supaya si kecil enggak gampang bosan, seabrek mainan pun ibu beli! Buku-buku interaktif diborong, hingga sesering mungkin mengajak anak jalan. Namun, rasa bosan anak tak kunjung hilang, bahkan makin menjadi. Kenapa begitu ya Bu? Hal ini mungkin disebabkan oleh anak mendapatkan stimulasi berlebih (overstimulation).
Ketika Otak Anak “Kenyang” Stimulasi
Sejak bayi, anak sudah terpapar oleh suara, warna kontras pada gadget, hingga kegiatan yang padat. Paparan rangsangan luar yang intens dan terus-menerus, menurut ahli, membuat otak anak terbiasa dengan tingkat dopamine (kesenangan) yang tinggi.
Akibatnya, saat mereka dihadapkan pada situasi tenang atau aktivitas biasa—seperti membaca buku atau bermain balok kayu—otak mereka menganggapnya “kurang seru”. Rasa bosan pun langsung melanda karena otak mereka mengalami penurunan stimulasi secara drastis dan mendadak.
Dampak Buruk bagi Daya Imajinasi
Ketika anak tidak diberi ruang untuk merasakan “keheningan”, kemampuan mereka untuk berpikir kreatif justru tumpul. Rasa bosan sebenarnya adalah fase penting yang mendorong anak memutar otak, mencari ide baru, dan menciptakan permainan mandiri (independent play). Jika setiap kali anak bosan kita langsung menyodorkan HP atau mainan baru, mereka tidak akan pernah belajar bagaimana cara menghibur diri mereka sendiri.
Untuk mengatasi hal ini, Anda bisa menerapkan beberapa langkah sederhana berikut:
- Terapkan screen time yang ketat: Batasi paparan gawai sesuai rekomendasi usia anak.
- Kurangi jumlah mainan: Simpan sebagian mainan dan lakukan rotasi setiap dua minggu agar anak fokus pada apa yang ada.
- Biarkan mereka bosan: Jangan langsung mengalihkan perhatian anak saat mereka mengeluh bosan. Katakan, “Ibu yakin kamu pasti bisa menemukan ide mainan yang seru sekarang.” Beri mereka waktu untuk mengeksplorasi sekitarnya.
Menghindarkan anak dari stimulasi berlebih bukan berarti kita membatasi kreativitas mereka, melainkan memberi ruang agar otak kecil mereka bisa beristirahat dan tumbuh secara alami.
Foto oleh Ketut Subiyanto: https://www.pexels.com/id-id/foto/relaksasi-hiburan-pemulihan-istirahat-4473596/





