Setiap orang tua tentu mendambakan buah hatinya tumbuh sehat, bahagia, dan mampu mencapai potensi terbaiknya. Namun di era digital ini, tantangan pengasuhan tidak lagi sekadar memenuhi kebutuhan fisik anak, melainkan juga menjaga kualitas interaksi dan kesehatan mental mereka.
Berdasarkan data Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kemenkes RI, sekitar 10% atau 700 ribu anak Indonesia terdeteksi mengalami gejala kecemasan dan depresi. Fakta ini menjadi alarm penting bahwa kesehatan emosional anak membutuhkan perhatian serius sejak dini.
Untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan mental dan fisik anak, orang tua perlu memperhatikan tiga pilar penting berikut:
- Kesehatan ibu sejak kehamilan: menurut Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Erfenes, Sp.OG, kondisi fisik dan emosional ibu yang prima adalah investasi awal bagi anak. Dukungan aktif dari ayah sejak masa pra-kehamilan sangat efektif mengurangi stres ibu dan mencegah komplikasi.
- Stimulasi dan kebebasan bereksplorasi: Dokter Spesialis Anak, dr. S. Tumpal Andreas, Sp.A, menegaskan bahwa mengoptimalkan perkembangan bukan cuma soal fisik yang sehat, tapi juga memberikan ruang bagi anak untuk bermain, bergerak, dan belajar dari lingkungannya agar mereka tumbuh percaya diri.
- Kualitas bonding (Ikatan Emosional): Psikolog Ajeng Raviando, Psi, mengingatkan bahwa bonding bukan soal durasi, melainkan kualitas hubungan. “Happy kids berawal dari happy parents,” ujarnya. Ketika anak merasa didukung, mereka akan lebih berani mencoba hal baru.
Memahami kebutuhan tersebut, Konicare hadir melalui program Happy Kids Academy 2026 dengan tema “Tumbuh Hebat Bersama Konicare” yang digelar pada 27–28 Juni 2026 di Gandaria City, Jakarta. Program ini mengintegrasikan edukasi orang tua, ruang ekspresi anak, dan aktivitas interaktif keluarga.
Selain sesi konseling bersama ahli dan berbagai zona bermain kreatif, Konicare juga meluncurkan E-Book Seri ke-2 “101 Dongeng Pilihan dari 7 Benua”. Inisiatif mendongeng ini dihadirkan sebagai cara sederhana namun bermakna bagi orang tua untuk mempererat ikatan emosional dengan anak sebelum tidur.
“Bagi kami, anak hebat bukan berarti harus selalu menjadi juara, melainkan anak yang berani mencoba, memilih, berekspresi, dan bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dengan hati yang bahagia,” pungkas Silvyati K Putri, Senior Brand Manager Konicare.





