Dunia pendidikan terus berkembang seiring kemajuan zaman. Metode belajar mengajar kini semakin dinamis dan berpusat pada kebutuhan anak. Namun, di balik perkembangan tersebut, masih ada sejumlah tantangan yang perlu dihadapi bersama, seperti akses pendidikan yang belum merata, keterbatasan fasilitas, serta perlunya peningkatan keterampilan guru dan peran aktif orang tua.
Pendidikan inklusif menjadi kunci penting dalam membangun generasi masa depan. Untuk mewujudkannya, dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, industri, dan masyarakat. Sinergi ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih seru, bermakna, dan dapat diakses oleh seluruh anak Indonesia, termasuk di daerah tertinggal.
Salah satu upaya nyata datang dari program “Oreo Berbagi Seru” yang telah berjalan sejak 2024. Bekerjasama dengan. Program ini berfokus pada peningkatan akses fasilitas pendidikan, khususnya di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) serta wilayah marginal. Dengan pendekatan belajar sambil bermain, program ini bertujuan membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan mudah dipahami anak.

Kevin Stevano selaku Senior Marketing Manager Biscuit Mondelēz Indonesia dalam acara jumpa media di Jakarta (22/4/2026) mengungkap, ”Oreo Berbagi Seru merupakan program yang menghadirkan keseruan dan kebersamaan yang inspiratif melalui pendistribusian alat-alat pembelajarandi bidangLiterasi, Numerasi, Sains dan Bahasa Inggriskepada guru, orang tua dan anggota komunitas yang tersebar di 7 provinsi (beberapa di antaranya di wilayah 3T) guna mendorong anak Indonesia menjadi Generasi SERU (Solutif, Eksploratif, Responsif, dan Unggul) yang siap bersaing.”
Dalam sambutannya, Dr. Mariman Darto, SE., MSi., Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sangat mengapresiasi program ini, karena mendukung pendidikan berkualitas untuk anak Indonesia. Selain itu, penguatan karakter anak patut menjadi perhatian utama. Salah satu pendekatan yang diusung adalah penerapan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, seperti bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bersosialisasi, dan tidur tepat waktu. Kebiasaan ini penting untuk membentuk karakter anak yang seimbang, baik secara akademik maupun sosial-emosional.
Dr. Rita Pranawati, S.S., M.A., Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Pendidikan Inklusif dan Pemerataan Pendidikan Daerah 3T mengungkapkan apresiasi mendalam kepada tim Oreo yang dengan sangat apik merancang program ini karena menurut Rita, di era digital tantangan baru juga muncul. Anak-anak kini sangat dekat dengan gawai, yang dapat memengaruhi fokus dan cara belajar mereka. Oleh karena itu, pendekatan belajar yang mindful dan joyful menjadi semakin relevan. Belajar tidak lagi sekadar kewajiban, tetapi harus menjadi pengalaman yang menyenangkan.
Program ini juga tidak hanya menyasar anak, tetapi turut melibatkan orang tua, terutama di daerah yang minim akses pendidikan. Hal ini penting karena peran keluarga sangat besar dalam mendukung proses belajar anak. Setiap anak memiliki potensi yang sama untuk berkembang. Dengan akses yang merata, metode belajar yang tepat, serta dukungan dari berbagai pihak, anak-anak Indonesia dapat tumbuh menjadi generasi yang kreatif, adaptif, dan unggul secara holistik.





