Susu Biji Nangka, Bisa Bantu Cegah Anemia pada Bumil

Anemia adalah gangguan medis yang ditandai dengan kekurangan jumlah sel darah merah atau penurunan jumlah hemoglobin dalam darah, yang keduanya berada di bawah kisaran normal. Ibu hamil dianggap tidak anemia jika kadar hemoglobinnya 11 g/dL. Anemia ringan didefinisikan sebagai kadar hemoglobin antara 9-10,9 g/dL, anemia sedang antara 7-8,9 g/dL, dan anemia berat adalah ketika kadar hemoglobin turun di bawah 7 g/dL. Anemia merupakan kejadian umum di kalangan ibu hamil di seluruh dunia, terlepas dari apakah mereka tinggal di negara maju atau negara berkembang.

Menurut data dari Riset Kesehatan Dasar Indonesia tahun 2013, 37,1% penduduk Indonesia menderita anemia. Tahun 2018 mengalami peningkatan sebesar 48,9%. Menurut Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah tahun 2018, prevalensi anemia di kalangan ibu hamil adalah 27,6%. Pada tahun 2018, prevalensi anemia di Semarang, Indonesia, adalah 16,58%.

Saat ini, pendekatan standar untuk mengatasi anemia pada ibu hamil adalah penggunaan tablet penambah darah (tablet Fe) dan konsumsi makanan atau minuman kaya zat besi. Zat besi merupakan mikronutrien penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Tablet Fe terdiri dari 250 gram asam folat dan 60 miligram zat besi elemental. Dosis harian yang disarankan untuk tablet zat besi adalah 60 mg/hari, dan selama kehamilan, disarankan untuk mengonsumsi minimal 90 tablet.

Biji nangka (Artocarpus heterophyllus) merupakan jenis makanan yang kaya akan zat besi dan vitamin C. Biji nangka dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan susu biji nangka. Seratus gram biji nangka mengandung 1 mg zat besi dan 10 mg vitamin C. Selain intervensi dengan tablet Fe ternyata susu dari biji Nangka ini berpotensi meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil, sehingga bumil bisa terhindar dari anemia.

Penelitian tentang efek pemberian susu biji Nangka terhadap peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil ini melibatkan ibu hamil trimester ketiga yang dalam kondisi kesehatan fisik dan mental yang baik, tanpa riwayat gangguan darah kronis (seperti leukemia, anemia sel sabit, anemia aplastik, polisitemia, talasemia, dan lainnya). Selain itu, mereka tidak memiliki alergi terhadap bahan-bahan dalam susu biji nangka.

Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan pra- dan pasca-uji dengan kelompok kontrol. Penelitian ini dilakukan antara Agustus 2021 dan Februari 2022. Partisipan dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester ketiga yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Bangetayu, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Sampel penelitian terdiri dari 35 responden, yang dialokasikan ke dalam 17 kelompok kontrol dan 18 kelompok intervensi.

Kelompok kontrol hanya menerima tablet zat besi atau tablet penambah darah. Kelompok intervensi menerima 250 mL susu biji nangka, yang dikemas dalam botol plastik. Selama dua minggu, 18 ibu hamil trimester ketiga mengonsumsi susu biji nangka sekali sehari. Setelah intervensi selama 2 minggu, kadar hemoglobin baik kelompok intervensi maupun kelompok kontrol dinilai untuk menentukan dampak pemberian susu biji nangka terhadap kadar hemoglobin ibu hamil trimester ketiga.

Diketahui pemberian susu biji nangka menghasilkan peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester ketiga di puskesmas Bangetayu, Semarang. Ibu hamil yang tidak mengonsumsi susu biji nangka memiliki kemungkinan 1,2 kali lebih tinggi untuk tidak mengalami peningkatan kadar hemoglobin dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi susu biji nangka. Susu biji nangka terbukti bermanfaat bagi ibu hamil dalam pencegahan dan pengobatan anemia.

Sumber:

Meiranny A, Yumna JD, Jannah M. Jackfruit seeds milk administration increased hemoglobin levels in third trimester pregnant women at Bangetayu Health Center, Semarang, Indonesia. Majalah Obstetri & Ginekologi (Journal of Obstetrics & Gynecology Science). 2024;32(1):1-7. doi: 10.20473/mog.V32I12024.1-7.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *