Makanan yang terlihat ‘layak dimakan’ belum tentu aman dikonsumsi. Sebaliknya, perubahan kecil pada aroma, warna, atau tekstur bisa menandakan bahwa makanan sudah terkontaminasi bakteri pembusuk atau toksin berbahaya, dan tidak layak dikonsumsi.
Menurut Badan Kesehatan Dunia atau WHO (2023), makanan basi dapat menyebabkan foodborne illness atau keracunan pangan — gejalanya antara lain mual, muntah, diare, dan demam dalam 2–24 jam setelah dikonsumsi. Berikut ciri makanan sudah basi yang bisa dilihat dan dirasakan oleh indera manusia.
1. Perubahan Bau (aroma aneh atau menyengat)
Perubahan bau pada makanan ini bisa dikatakan sebagai tanda paling awal makanan basi. Makanan yang awalnya berbau sedap, berubah jadi berbau asam, tengik, atau seperti bau busuk. Contohnya nasi basi berbau asam seperti tape; daging atau ikan berbau busuk atau amis kuat; atau susu, santan, atau produk susu berbau masam. Hal ini terjadi karena adanya bakteri seperti Bacillus cereus atau Pseudomonas menghasilkan senyawa volatil (asam dan amonia) saat memecah protein dan karbohidrat.
2. Tekstur Berubah atau Berlendir
Ciri kedua yang bisa dilihat bahwa makanan tersebut tak layak konsumsi adalah makanan terlihat berlendir, berair, licin, lembek dan lengket. Seperti misalnya sayur tumis terlihat licin, daging terasa berlendir di permukaannya, mi basah atau lontong jadi lengket dan lembek. Lendir terbentuk akibat pertumbuhan mikroba dan pembentukan biofilm di permukaan makanan.
3. Muncul Jamur atau Bercak Warna Asing
Hati-hati jika tampak bintik warna putih, hijau, biru atau hitam pada permukaan makanan, itu tanda makanan sudah berjamur. Sering terlihat pada roti atau keju muncul bercak hijau/putih; sambal, saus, atau nasi ada jamur tipis di permukaan. Meskipun jumlahnya terlihat sedikit di permukaan, namun sebenarnya toksin jamur nya (mikotoksin) bisa menyebar ke seluruh makanan. Jadi, jika roti Anda berjamur di sebagian sisinya, maka sebaiknya buang roti tersebut karena mungkin toksinnya sudah menyebar ke seluruh bagian roti, sehingga berbahaya jika dimakan.
4. Warna Makanan Berubah
Terjadi perubahan warna yang drastis pada makanan yang rusak/basi, seperti misalnya warna menggelap pada sayur dan buah, daging dan ikan yang warnanya menjadi lebih pucat atau kehijauan, serta warna nasi atau susu yang menjadi kuning atau kecokelatan. Perubahan warna menandakan oksidasi lemak dan protein, serta reaksi antara bahan makanan dengan mikroba pembusuk.
5. Rasa Aneh, Pahit, atau Asam
Sebaiknya stop makan jika rasa makanan terasa berbeda dari biasanya. Seperti makanan yang seharusnya gurih berubah rasa menjadi asam, rasa kue atau susu yang menjadi pahit, atau rasa yang sangat tajam pada makanan fermentasi. Jika saat dicicipi terkecap rasa aneh maka segera buang makanan tersebut.
6. Kemasan Menggembung atau Bercelah
Hal ini kerap terjadi pada makanan yang dikemas (kaleng, botol, karton, atau pouch). Seperti misalnya kaleng sarden menggembung, berkarat, atau bocor; tutup botol tidak “klik” saat dibuka, dan kemasan susu cair yang menggembung. Hal ini disebabkan oleh produksi gas dari mikroba pembusuk seperti Clostridium botulinum, yang berbahaya dan mematikan bila toksinnya tertelan.
7. Makanan Beku Berubah Warna dan Berbau Aneh
Meskipun disimpan beku dalam freezer, makanan juga bisa rusak. Seperti terjadi “freezer burn” (permukaan kering, keputihan, atau keras), bau amis, es yang menempal pada daging atau sayur yang terlalu banyak
Supaya tidak mudah basi, berikut ini tips yang bisa ibu lakukan saat menangani
- Simpan makanan matang maksimal 2 jam di suhu ruang.
- Masukkan ke kulkas (≤ 4°C) jika tidak langsung dimakan.
- Gunakan wadah tertutup dan bersih untuk menyimpan makanan.
- Panaskan ulang hingga suhu minimal 70°C sebelum dikonsumsi.
- Hindari mencampur makanan baru dengan sisa makanan lama.
- Perhatikan tanggal kedaluwarsa dan kondisi kemasan sebelum membeli.
Makanan basi bisa dikenali dari bau, warna, tekstur, rasa, dan bentuknya.Jika ada satu saja tanda mencurigakan — lebih baik dibuang daripada berisiko terkena keracunan pangan. Anak-anak, ibu hamil, dan lansia paling rentan terhadap infeksi makanan, jadi selalu utamakan kehati-hatian.
Daftar Pustaka
- World Health Organization (WHO). Five Keys to Safer Food Manual, 2023.
- FAO. Food Spoilage and Safety for Households, 2024.
- Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. Panduan Keamanan Pangan Rumah Tangga, 2023.
- U.S. Department of Agriculture (USDA). Food Safety and Inspection Service: Signs of Spoilage, 2022.
- Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Foodborne Germs and Illnesses, 2023.
Photo by Alexy Almond: https://www.pexels.com/photo/cheese-and-red-tomato-on-brown-wooden-chopping-board-3756498/





