Kulit bayi dikenal lembut, halus, dan sensitif. Namun di balik itu, kulit bayi juga jauh lebih rentan terhadap kerusakan akibat sinar ultraviolet (UV) dibandingkan kulit orang dewasa. Perlindungan dari paparan sinar matahari sejak dini sangat penting, sebab kerusakan kulit akibat sinar UV bersifat kumulatif dan dapat meningkatkan risiko kanker kulit di masa mendatang (Balk, 2011).
Pertanyaan yang sering muncul di kalangan orang tua muda adalah: perlukah bayi memakai tabir surya, dan apakah aman?
Mengapa kulit bayi butuh perlindungan?
- Struktur kulit lebih tipis: Bayi memiliki lapisan epidermis dan dermis yang lebih tipis, sehingga sinar UV lebih mudah menembus dan menyebabkan iritasi maupun sunburn.
- Produksi melanin rendah: Melanin adalah pigmen pelindung alami kulit. Pada bayi, jumlahnya belum cukup sehingga kemampuan kulit melindungi diri dari radiasi matahari sangat terbatas.
- Risiko jangka panjang: Penelitian menunjukkan, paparan sinar UV yang berlebihan di usia dini meningkatkan risiko melanoma dan kanker kulit di masa dewasa (Dixon et al., 2019).
Aturan pemakaian tabir surya pada bayi
1. Bayi di bawah 6 bulan
- Tidak dianjurkan pemakaian rutin sunscreen.
American Academy of Pediatrics (AAP) dan Food and Drug Administration (FDA) menyarankan agar bayi usia ini lebih dilindungi dengan pakaian panjang, topi lebar, stroller dengan penutup, serta menghindari paparan sinar matahari langsung (AAP, 2023). - Jika sangat terpaksa, sunscreen berbasis mineral (zinc oxide atau titanium dioxide) boleh dioleskan tipis pada area kecil (misalnya wajah atau punggung tangan).
2. Bayi usia 6 bulan ke atas
- Boleh memakai sunscreen secara lebih luas.
Pilih sunscreen dengan kriteria:- SPF minimal 30Broad spectrum (melindungi UVA dan UVB)Berbahan mineral (zinc oxide/titanium dioxide)
- Bebas pewangi (fragrance-free) dan hipoalergenik.
- Oleskan pada bagian tubuh yang terpapar matahari, ulangi setiap 2 jam atau setelah berenang/berkeringat.
Manfaat tabir surya untuk bayi (usia ≥6 bulan)
- Mencegah sunburn. Kulit bayi bisa terbakar hanya dalam beberapa menit di bawah terik matahari tanpa perlindungan.
- Mengurangi risiko kanker kulit. Studi menunjukkan paparan sinar UV di masa kanak-kanak berhubungan erat dengan peningkatan risiko melanoma di usia dewasa (Balk, 2011; Dixon et al., 2019).
- Menjaga kesehatan kulit jangka panjang. Perlindungan dari kecil membantu kulit tetap sehat, halus, dan bebas dari kerusakan akibat radiasi.
- Memberikan rasa aman bagi orang tua. Tabir surya adalah lapisan perlindungan tambahan saat bayi mulai aktif di luar rumah, terutama ketika bermain di taman, berenang, atau bepergian.
Jadi sebaiknya, bayi <6 bulan: utamakan pakaian pelindung, tempat teduh, dan hindari sinar matahari langsung. Sunscreen hanya digunakan di area kecil bila terpaksa. Bayi ≥6 bulan: sunscreen aman dipakai dengan syarat memilih produk khusus bayi berbahan mineral dan ramah kulit sensitif. Karena manfaat utama penggunaan tabir surya ini adalah untuk mencegah sunburn, mengurangi risiko kanker kulit di masa depan, dan menjaga kesehatan kulit bayi sejak dini.
Daftar Pustaka
- American Academy of Pediatrics (AAP). Sun Safety: Information for Parents About Sunburn & Sunscreen. HealthyChildren.org, 2023.
- U.S. Food and Drug Administration (FDA). Should You Put Sunscreen on Infants? Not Usually!. FDA Consumer Health Information, 2021.
- Balk, S.J. (2011). Ultraviolet Radiation: A Hazard to Children and Adolescents. Pediatrics, 127(3): e791–e817.
- Dixon, K.M., et al. (2019). Skin Cancer, Vitamin D, and Sun Protection: What Every Pediatrician Should Know. Pediatrics in Review, 40(6): 273–284.
Photo by J carter: https://www.pexels.com/photo/baby-wearing-yellow-crochet-long-sleeve-dress-sitting-on-brown-textile-713959/





