Salah satu jenis pangan bergizi dengan harga terjangkau adalah telur. Telur mudah diolah menjadi beragam menu keluarga. Ada banyak jenis telur, satu di antaranya adalah telur yang diperkaya dengan omega-3 atau sering disebut telur omega-3. Umumnya jenis telur ini dijual dengan harga lebih mahal. Namun, apa sebenarnya perbedaan telur omega-3 dibandingkan dengan telur biasa, dan apakah lebih baik untuk anak?
Telur omega-3 terbuat dari apa?
Telur omega-3 adalah telur dari ayam yang mendapatkan pakan dengan kandungan asam lemak omega-3 lebih tinggi. Sumber omega-3 dalam pakan dapat berasal dari bahan seperti minyak ikan, alga, atau biji-bijian tertentu, termasuk flaxseed. Pakan tersebut membuat kandungan omega-3 pada telur lebih tinggi bila dbandingkan dengan telur biasa. Jenis dan jumlah omega-3 yang terkandung dapat berbeda-beda tergantung formulasi pakan dan cara pemeliharaan ayam.
Omega-3 merupakan kelompok asam lemak yang dibutuhkan tubuh. Dua jenis yang banyak dibahas dalam perkembangan anak adalah DHA (docosahexaenoic acid) dan EPA (eicosapentaenoic acid). DHA merupakan komponen penting pada membran sel, termasuk sel di otak dan retina. Karena itu, omega-3 memiliki peran biologis dalam perkembangan otak dan penglihatan. Penelitian mengenai suplementasi atau peningkatan asupan omega-3 dan dampaknya terhadap kemampuan kognitif anak masih beragam. Tidak bisa disimpulkan bahwa anak bisa lebih pintar jika mengonsumsi pangan mengandung omega-3.
Apakah Telur Omega-3 Lebih Bergizi?
Telur omega-3 dapat memiliki kandungan omega-3 lebih tinggi jika dibandingkan telur biasa. Namun, bukan berarti seluruh kandungan gizinya otomatis lebih tinggi. Setiap jenis telur mengandung protein dengan jumlah yang hampir sama. Kandungan gizi lainnya seperti vitamin dan mineral juga tidak terlalu berbeda, kecuali perbedaan kandungan omega-3-nya.
Mengapa Kadang Telur Omega-3 Lebih Amis?
Sebagian orang mungkin menemukan aroma telur omega-3 lebih kuat. Hal ini dapat berkaitan dengan jenis sumber omega-3 dalam pakan ayam. Pakan yang menggunakan bahan atau minyak dari sumber laut dapat memengaruhi karakter aroma telur. Namun, faktor lain seperti kesegaran, penyimpanan, dan cara memasak juga dapat memengaruhi aroma.
Sumber:
- NIH Office of Dietary Supplements — Omega-3 Fatty Acids.
- FAO — Fats and fatty acids in human nutrition.
- EFSA — Scientific Opinion on dietary reference values for fats, including omega-3 fatty acids.
- Calder PC. Omega-3 fatty acids and inflammatory processes: from molecules to man. Biochemical Society Transactions. 2017.
- Innis SM. Dietary omega-3 fatty acids and the developing brain. Brain Research. 2008.
Foto oleh Jb Moordiana: https://www.pexels.com/id-id/foto/telur-coklat-pada-latar-belakang-kain-biru-34439458/




