Ikan merupakan salah satu sumber protein hewani terbaik untuk anak-anak maupun orang dewasa. Dua jenis ikan yang sering dibandingkan adalah ikan salmon, yang populer karena kandungan omega-3 dan harganya yang premium, serta ikan bandeng, ikan lokal yang lebih mudah dijangkau masyarakat Indonesia.
Pertanyaan yang sering muncul adalah: apakah benar ikan bandeng lebih baik daripada ikan salmon? Mari kita bahas!
Kandungan gizi ikan salmon
Salmon dikenal sebagai salah satu ikan dengan kandungan asam lemak omega-3 (EPA dan DHA) paling tinggi. Menurut United States Department of Agriculture (USDA), 100 gram salmon segar mengandung:
- Protein: ± 20 gram
- Lemak sehat (omega-3): ± 2,3–2,6 gram
- Vitamin D dan B12 tinggi
- Mineral: selenium, kalium, dan fosfor
Omega-3 dalam salmon terbukti mendukung perkembangan otak anak, kesehatan jantung, dan mengurangi risiko peradangan kronis (Mozaffarian & Rimm, 2006).
Kandungan gizi ikan bandeng
Ikan bandeng (Chanos chanos) adalah ikan air payau yang sangat populer di Indonesia. Berdasarkan penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta data dari Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP (2021), 100 gram bandeng segar mengandung:
- Protein: ± 20–21 gram
- Lemak total: ± 4–5 gram (dengan DHA cukup tinggi)
- Omega-3 (EPA dan DHA): ± 1,2–1,4 gram
- Kalsium lebih tinggi dibanding beberapa ikan laut lainnya
- Vitamin A dan D dalam jumlah signifikan
Penelitian dari Universitas Diponegoro (2019) menunjukkan bahwa kadar DHA pada bandeng cukup tinggi, sehingga berpotensi mendukung perkembangan otak anak.
Perbandingan Bandeng vs Salmon
| Kandungan Gizi (per 100 g) | Salmon | Bandeng |
| Protein | ± 20 g | ± 20–21 g |
| Omega-3 (EPA + DHA) | 2,3–2,6 g | 1,2–1,4 g |
| Lemak total | ± 13 g | ± 4–5 g |
| Vitamin D | Sangat tinggi | Ada, tapi lebih rendah |
| Kalsium | Sedang | Lebih tinggi |
| Harga & Ketersediaan | Mahal, impor | Terjangkau, lokal |
Kesimpulan perbandingan:
- Salmon unggul dalam kandungan omega-3, terutama EPA dan DHA, sehingga sangat baik untuk kesehatan otak dan jantung.
- Bandeng memiliki protein setara salmon, lebih rendah lemak, serta kandungan kalsium yang lebih tinggi. Bandeng juga lebih ekonomis dan mudah didapatkan masyarakat Indonesia.
Jadi, mana yang lebih baik?
Jawabannya: tidak ada yang mutlak lebih baik, keduanya punya keunggulan masing-masing.
- Jika fokus pada omega-3 tinggi untuk otak dan jantung, salmon sedikit lebih unggul.
- Jika mencari sumber protein hewani, tinggi kalsium, harga terjangkau, dan produk lokal, maka bandeng adalah pilihan cerdas.
Namun, variasi konsumsi ikan lokal seperti bandeng tetap sangat bermanfaat. Bahkan, penelitian dari Universitas Hasanuddin (2020) menyebutkan konsumsi ikan lokal secara rutin membantu menurunkan risiko stunting pada anak.
Bandeng bukan berarti lebih baik dari salmon, tetapi setara bermanfaat dengan keunggulan berbeda. Salmon unggul di omega-3, sedangkan bandeng unggul di kalsium, harga, dan ketersediaan. Yang terpenting, berikan anak dan keluarga asupan ikan beragam 2–3 kali per minggu sesuai rekomendasi WHO, sehingga kebutuhan gizi dapat terpenuhi secara seimbang.
Daftar Pustaka
- Mozaffarian, D., & Rimm, E. B. (2006). Fish intake, contaminants, and human health: Evaluating the risks and the benefits. JAMA, 296(15), 1885–1899.
- USDA. (2020). FoodData Central: Salmon, raw. U.S. Department of Agriculture.
- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). (2021). Komposisi Gizi Ikan Air Payau di Indonesia.
- Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP. (2021). Data kandungan gizi ikan bandeng.
- Universitas Diponegoro. (2019). Analisis kandungan asam lemak omega-3 pada ikan bandeng. Jurnal Kelautan Tropis.
- Universitas Hasanuddin. (2020). Konsumsi ikan lokal dan kaitannya dengan status gizi anak balita di Sulawesi Selatan. Media Gizi Pangan, 27(2).
Photo by Krisztina Papp: https://www.pexels.com/photo/cooked-fish-on-plate-2374946/





