Banyak orang tua merasa rumah adalah tempat paling aman untuk balita. Padahal, ada hal-hal sepele yang sering tidak disadari tapi bisa membahayakan si kecil. Berikut beberapa contohnya, hal Remeh tapi berbahaya untuk Balita di rumah.
Kabel & colokan listrik terbuka
๐ Rasa ingin tahu balita bisa membuat mereka memasukkan jari atau benda ke colokan.
โ ๏ธ Risiko: tersengat listrik.
Benda kecil di lantai (koin, kancing, baterai kancing, manik-manik)
๐ Balita suka memasukkan benda ke mulut.
โ ๏ธ Risiko: tersedak atau keracunan (terutama baterai kancing).
Meja dengan ujung tajam
๐ Balita sering jatuh saat belajar jalan.
โ ๏ธ Risiko: luka serius di kepala/ wajah.
Ember berisi air / bak mandi
๐ Kedalaman hanya beberapa sentimeter pun bisa berbahaya.
โ ๏ธ Risiko: tenggelam.
Kantung plastik atau balon
๐ Sering dianggap mainan, dan dijadikan penutup kepala
โ ๏ธ Risiko: tercekik atau kesulitan bernapas.
Obat & bahan kimia rumah tangga (pembersih lantai, pewangi, racun serangga)
๐ Disimpan di tempat rendah, mudah dijangkau balita.
โ ๏ธ Risiko: keracunan bila diminum atau disentuh.
Perabot tidak dipasang dengan kokoh (lemari, rak, TV)
๐ Balita suka memanjat atau menarik.
โ ๏ธ Risiko: tertimpa benda berat.
Makanan tertentu
๐ Kacang utuh, popcorn, permen keras.
โ ๏ธ Risiko: tersedak (choking hazard).
Gordyn atau tali tirai
๐ Sering dijadikan mainan.
โ ๏ธ Risiko: terlilit leher.
Pintu & jendela tanpa pengaman
๐ Rasa ingin tahu mendorong balita membuka/menutup pintu dengan keras atau memanjat jendela.
โ ๏ธ Risiko: terjepit jari atau jatuh dari ketinggian.
Hal-hal di atas terlihat remeh, tapi bisa berdampak fatal bagi balita. Kuncinya adalah pengawasan dan pengamanan rumah yang memang layak untuk anak sejak dini.
Sumber:
- World Health Organization (WHO). Child Injury Prevention (2018).
- American Academy of Pediatrics (AAP).
- Home Safety Tips for Every Room. Safe Kids Worldwide (2022).
Photo by Pixabay: https://www.pexels.com/photo/full-length-of-boy-sitting-on-floor-315265/





