Di tengah tren gaya hidup sehat dan diet berbasis tanaman (plant-based), makin banyak orang tua yang mulai melirik susu nabati atau plant-based milk seperti susu kedelai, almon, oat, atau beras sebagai alternatif pengganti susu sapi untuk Si Kecil. Alasannya beragam, baik karena anak memiliki alergi susu sapi, intoleransi laktosa, maupun pertimbangan pola makan keluarga. Namun, timbul pertanyaan penting: Apakah susu nabati cukup mengandung gizi untuk mendukung tumbuh kembang anak?
Berdasarkan studi review sistematik, berjudul Effect of plant milk consumption on childhood growth: protocol for a systematic review, memang terdapat perbedaan kandungan gizi antara susu sapi dan plant-based milk. Susu sapi dikenal sebagai sumber kalsum, protein, dan vitamin D yang memang dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak. Ketika susu sapi diganti dengan plant-based milk maka ada beberapa yang perlu diperhatikan:
- Perbedaan kandungan gizi: Meskipun banyak plant-based milk yang sudah diperkaya (fortified) dengan kalsium dan vitamin D, secara umum kandungan kalori, protein, dan lemaknya lebih rendah dibanding susu sapi.
- Risiko masalah kekurangan zat gizi: Terdapat laporan kasus di dunia di mana anak di bawah usia 2 tahun mengalami gagal tumbuh atau masalah tulang (rickets) akibat hanya diberikan plant-based milk tanpa pendampingan gizi yang tepat.
- Pro dan kontra: Beberapa lembaga kesehatan anak (seperti American Academy of Pediatrics) menyarankan untuk menghindari penggunaan susu nabati pada balita. Namun, sebagian ahli lain berpendapat plant-based milk yang diperkaya tetap bisa bermanfaat, terutama bagi anak yang memang tidak bisa mengonsumsi susu sapi.
Pemberian plant-based milk untuk anak memang bisa menjadi alternatif bagi anak yang memiliki kondisi medis tertentu seperti alergi. Namun sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada ahlinya terutama jika anak masih berusia di bawah 5 tahun. Selain itu Pastikan label kemasan mencantumkan tambahan kalsium, vitamin D, dan vitamin B12. Penuhi juga kebutuhan protein anak dari konsumsi makanan utama seperti telur, ayam, atau tahu/tempe).
Foto oleh cottonbro studio: https://www.pexels.com/id-id/foto/botol-vegetarian-mur-kacang-kacangan-6804191/





