Pentingnya Membangun Kebiasaan Sarapan Bergizi pada Anak

Momen di pagi hari kerap menjadi waktu tersibuk bagi para ibu. Menyiapkan Si Kecil sekolah sekaligus memastikan mereka mendapatkan asupan yang cukup terkadang menjadi tantangan tersendiri. Padahal, sarapan bukan sekadar rutinitas untuk mengganjal perut yang lapar, melainkan modal utama anak untuk mendapatkan energi sebelum belajar dan beraktivitas seharian.

Faktanya, tantangan pemenuhan gizi anak di Indonesia masih cukup besar. Data SEANUTS II (2024) mengungkapkan hanya 32% anak usia 2–12 tahun yang sarapan dengan jumlah memadai. Lebih memprihatinkan lagi, menurut data Kemenkes, sebanyak 66,8% anak masih mengonsumsi sarapan dengan kualitas gizi yang rendah.

Menurut dr. Ahmad Hafidz, Sp.A, dokter spesialis anak dari RS Limijati Bandung yang hadir dalam sesi edukasi nutrisi di acara tersebut, kebiasaan makan yang baik harus dibangun sejak dini. “Sarapan adalah kesempatan emas anak mengumpulkan energi. Sarapan yang berkualitas membuat anak lebih fokus belajar, aktif bergerak, dan mendukung tumbuh kembang optimalnya,” jelas dr. Ahmad.

Menyadari pentingnya hal ini, Simba Sereal (bagian dari Combiphar Group) menggelar kampanye seru bertajuk “Sereal Super untuk Anak Super pada 11–12 Juli 2026 di Summarecon Mall Bandung. Lewat acara ini, para orang tua diajak untuk menata kembali menu pagi keluarga agar lebih praktis, lezat, sekaligus bergizi sejak dini. Felicia Stefanie, Senior General Manager Marketing Health & Wellness Combiphar, menambahkan bahwa setiap anak memiliki keunikan dan potensi “Super”-nya masing-masing—baik mereka yang kreatif, aktif bergerak, maupun yang punya rasa ingin tahu tinggi. Memberikan sarapan terbaik adalah cara Ibu mendukung keunikan tersebut sejak pagi hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *