Bagi pasangan yang sedang merencanakan kehamilan (program kehamilan/ promil), perhatian sering kali lebih banyak tertuju pada kesehatan ibu. Padahal, kesuburan ayah atau pria juga memegang peran penting. Hal yang wajib mendapat perhatian adalah terkait pola makan. Mengonsumsi pangan menyehatkan dan seimbang, sebenarnya sangat berdampak kepada kesuburan seseorang. Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah perbanyak konsumsi sayur dan buah. Banyak ragam sayur dan buah yang bisa kita konsumsi beserta manfaatnya.
Tomat, sering sekali menjadi pelengkap saat kita makan nasi goreng, mie goreng, pecel ayam atau lele goreng di pinggir jalan. Padahal tomat memiliki potensi untuk mendukung kesehatan reproduksi pria. Warna oranye hingga merah cerah pada tomat disebabkan adalah zat atau senyawa alami bernama likopen. Likopen termasuk ke dalam jenis antioksidan yang berperan melindungi tubuh dari kerusakan radikal bebas, termasuk melindungi sel sperma yang sangat rentan terhadap stress oksidatif yakni kondisi ketidakseimbangan antara radikal bebas dan antioksidan dalam tubuh, di mana radikal bebas yang merusak lebih dominan
Sebuah studi uji klinis terkontrol secara acak yang dipublikasikan dalam jurnal European Journal of Nutrition menemukan bahwa konsumsi likopen selama 12 minggu dapat meningkatkan kualitas sperma pada pria sehat. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pergerakan sperma (motilitas) dan bentuk sperma (morfologi) setelah suplementasi likopen. Ini berarti sperma menjadi lebih aktif dan memiliki bentuk yang lebih normal, dua faktor penting dalam proses pembuahan.
Selain itu, penelitian yang lebih baru berupa systematic review dan meta-analysis (2025) juga menguatkan temuan tersebut. Studi ini menyimpulkan bahwa likopen dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan konsentrasi sperma dan sebagian aspek motilitas, meskipun efeknya tidak signifikan pada semua parameter kesuburan. Artinya, manfaat tomat memang ada, tetapi tidak bisa dianggap sebagai solusi tunggal.
Likopen bekerja dengan cara mengurangi stres oksidatif yang dapat merusak DNA sperma. Kerusakan ini sering dikaitkan dengan penurunan kualitas sperma dan risiko infertilitas. Dengan perlindungan antioksidan yang cukup, sel sperma memiliki peluang lebih baik untuk berkembang secara optimal.
Namun, penting untuk memahami bahwa kesuburan pria bersifat multifaktor. Pola makan sehat saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan gaya hidup yang baik. Faktor seperti kualitas tidur, tingkat stres, kebiasaan merokok, dan aktivitas fisik juga sangat berpengaruh terhadap kesehatan sistem reproduksi.
Untuk mendapatkan manfaat optimal, tomat bisa dikonsumsi dalam berbagai bentuk, seperti dimasak menjadi saus atau sup. Menariknya, likopen justru lebih mudah diserap tubuh ketika tomat dimasak (mendapatkan panas). Meski demikian, manfaatnya bersifat pendukung, bukan pengganti penanganan medis jika terdapat masalah kesuburan yang lebih serius.
Sumber:
- Williams EA et al. (2020). A randomized placebo-controlled trial to investigate the effect of lactolycopene on semen quality in healthy males, European Journal of Nutrition
- Viña I & Viña JR. (2025). Association of Lycopene and Male Reproductive Health: Systematic Review and Meta-Analysis, International Journal of Molecular Sciences
Foto oleh Arina Krasnikova: https://www.pexels.com/id-id/foto/buah-tomat-merah-dalam-fotografi-close-up-6316521/




