Penggunaan Empeng pada Bayi: Perlukah? Aman atau Tidak?
Enggak sedikit lho orang tua yang memberikan empeng pada bayinya. Tujuannya supaya bayi enggak nangis terus, intinya sebagai ‘penyelamat’ saat si kecil rewel. Namun ada pendapat yang mengatakan bahwa pemberian empeng ini bisa bikin anak ngga mau lepas alias ketergantungan, hingga bisa berdampak pada tumbuh kembangnya. Benarkan hal ini?
Kenapa bayi suka empeng?
Secara alami, bayi memiliki refleks mengisap sejak lahir. Mengisap membuat mereka merasa tenang, nyaman, dan membantu mengatur emosi. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), aktivitas mengisap sesuatu selain putting ibu —termasuk mengisap empeng—merupakan hal yang normal dan dapat memberikan efek menenangkan bagi bayi. Oleh karena itu, empeng bisa menjadi alat bantu bagi ibu untuk menenangkan bayi ketika iya tidak lapar namun memiliki keinginan untuk tetap mengisap. Lalu apa saja manfaat empeng untuk bayi?
1. Membantu Menenangkan Bayi
Banyak studi menunjukkan bahwa empeng dapat membantu meredakan tangis, terutama pada bayi usia 0–6 bulan. Selain bisa membantu mengurangi stress pada orang tua, dan membantu bayi tidur lebih tenang.
2. Mengurangi Risiko SIDS
AAP menyebutkan bahwa penggunaan empeng saat tidur dapat menurunkan risiko Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) atau kematian mendadak pada bayi. Meski mekanismenya belum sepenuhnya dipahami, empeng diduga membantu menjaga jalan napas tetap terbuka. Namun, empeng tidak boleh digantung dengan tali di leher karena meningkatkan risiko tercekik.
3. Mendukung Tidur yang Lebih Baik
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bayi yang terbiasa menggunakan empeng cenderung lebih mudah kembali tidur setelah terbangun di malam hari. Bagi orang tua baru, ini bisa sangat membantu.
Risiko atau Kekurangan Empeng
1. Risiko Masalah Gigi Jika Dipakai Terlalu Lama
Menurut American Dental Association (ADA), penggunaan empeng dalam jangka panjang, terutama setelah usia 2–4 tahun, dapat menyebabkan masalah perkembangan gigi seperti gigitan terbuka (open bite) atau gigi depan terdorong ke depan. Karena itu, empeng sebaiknya dihentikan secara bertahap sebelum usia 2 tahun.
2. Potensi Ketergantungan
Beberapa bayi bisa menjadi sangat bergantung pada empeng untuk tidur atau menenangkan diri. Kondisi ini dapat membuat orang tua berulang kali memberikan/memasukkan empeng saat bayi terbangun. Oleh karena itu, sebaiknya pastikan penggunaannya bertahap dan konsisten
3. Bisa Mengganggu Menyusui pada Minggu-Minggu Awal
WHO dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan menghindari penggunaan empeng pada 2–4 minggu pertama, terutama pada bayi yang baru belajar menyusu.
Penggunaan empeng terlalu dini bisa membuat bayi bingung puting dan mengurangi durasi menyusu.
4. Risiko Infeksi Telinga
Beberapa studi menemukan hubungan antara penggunaan empeng dan meningkatnya infeksi telinga tengah (otitis media). Risiko ini biasanya meningkat setelah usia 6 bulan.
Tips Menggunakan Empeng dengan Aman
Sebaiknya tunggu hingga proses menyusui lancar dan stabil. Jika Anda menyusui, tunggulah sampai proses menyusu lancar, biasanya usia 3–4 minggu. Pilih empeng yang benar-benar aman untuk si kecil seperti ukurannya sesuai dengan usianya, dan hindari empeng berisi caira. Jangan celupkan empeng ke gula atau madu karena hal ini dapat merusak gigi/gusi dan bahkan berbahaya untuk bayi usia di bawah 1 tahun. Pastika empeng selalu bersih dengan cara menyeterilkannya dan ganti jika sudah retak/sobek bahkan berubah bentuk. Mulai weaning atau kurang penggunaannya sebelum usia si kecil 2 tahun seperti mengurangi waktu penggunaan atau mengganti dengan metode menenangkan lainnya, biasanya efektif
Kapan Sebaiknya Tidak Menggunakan Empeng?
- Jika bayi memiliki masalah menyusu.
- Jika bayi menolak empeng (tidak perlu dipaksakan).
- Pada bayi dengan infeksi telinga berulang.
- Saat jam-jam menyusu agar asupan tidak berkurang.
Penggunaan empeng sebenarnya aman selama dilakukan dengan cara yang tepat dan tidak berkelanjutan. Empeng dapat membantu menenangkan bayi, mendukung tidur, bahkan menurunkan risiko SIDS. Namun, orang tua tetap perlu memperhatikan kebersihan, durasi penggunaan, dan waktu yang tepat untuk menghentikannya. Pada akhirnya, penggunaan empeng adalah pilihan setiap orang tua. Yang terpenting adalah memahami manfaat dan risiko penggunaannya.
Daftar pustaka:
- American Academy of Pediatrics. “Pacifiers and SIDS Prevention.”
- American Dental Association (ADA). “Pacifier Use and Oral Development.”
- World Health Organization (WHO). Guidelines on Breastfeeding and Pacifier Use.
- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Rekomendasi Menyusui dan Penggunaan Empeng.
- Mayo Clinic. “Pacifier Use: Benefits and Risks.”
- Niemelä et al. (2000). Pacifier Use and Otitis Media. Pediatrics Journal.
Photo by RDNE Stock project: https://www.pexels.com/photo/baby-lying-on-bed-with-a-pacifier-6849535/





