Tahukah Bu, Malnutrisi Bisa Turunkan IQ Anak?

Tahukah bu ternyata kenaikan berat badan anak yang tidak adekuat atau malnutrisi berhubungan dengan penurunan IQ bahkan kemampuan kognitif. Berikut ini beberapa penelitian yang membuktikan hal tersebut.

  • “Nutrition Intervention and Adult Human Capital Outcomes.” (Kajian longitudinal dari intervensi INCAP, Guatemala). Oleh: Martorell, R., Hoddinott, J., et al.

Studi INCAP adalah salah satu penelitian jangka panjang paling berpengaruh yang menilai efek intervensi nutrisi awal kehidupan terhadap perkembangan kognitif dan hasil ekonomi di kemudian hari. Intervensi dilakukan pada anak-anak usia 0–7 tahun di Guatemala pada 1969–1977. Penelitian melibatkan 4 desa yang dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok 1 diberi minuman energi dan protein (Atole) dan kelompok 2 yang diberi miuman rendah energi tanpa protein (Fresco). Peserta diteliti hingga usia dewasa (30–45 tahun). Kemudian dievaluasi dengan tes IQ, kemampuan membaca, matematika, serta pendapatan dewasa.

Hasilnya, anak yang diberi Atole pada 1000 hari pertama kehidupannya memiliki skor IQ dan kemampuan kognitif lebih unggul, dan saat sudah bekerja pendapatannya lebih baik 10-40%. Kenaikan berat badan dan status nutrisi yang tidak adekuat di usia dini berdampak langsung pada penurunan IQ dan potensi manusia. Intervensi nutrisi efektif dapat memulihkan sebagian kerugian tersebut.

  • A gradient relationship between low birth weight and IQ: A meta-analysis. Oleh: Gu, H. et al. (2017).

Berat lahir rendah (BLR) adalah indikator umum bahwa pertumbuhan janin tidak optimal. Studi ini menilai apakah ada hubungan konsisten antara LBW dan skor IQ. Penelitian ini merupakan studi meta analisis dari 19 studi dengan lebih dari 6.000 partisipan. Peserta diteliti dari masa kanak-kanak, remaja, hingga dewasa muda. Analisis menggunakan model acak untuk menghitung perbedaan rata-rata IQ antara kelompok BLR dan normal. Hasilnya, semakin rendah berat lahir maka skor IQ juga makin rendah. Rata-rata anak BLR memiliki penuruan IQ 4-7 poin dibanding anak dengan berat lahir normal. Hasil tetap konsisten meskipun dikontrol faktor sosial ekonomi dan pendidikan orang tua. Oleh karena itu penting bagi ibu untuk memantau kenaikan berat badan ibu dan janin selama kehamilan.

  • Malnutrition and cognitive development in children: A systematic review and meta-analysis. Oleh: Pizzol, D. et al. (2021).

Stunting, wasting, dan underweight adalah indikator malnutrisi kronis dan akut. Kajian ini mengumpulkan bukti global mengenai dampaknya pada perkembangan kognitif anak. Hasil didapat dari review sistematis dari 59 studi dan meta analisi dari berbagai negara berpenghasilan rendah dan menengah,  melibatkan lebih dari 26.000 anak usia 6 bulan sampai 12 tahun. Analisis mencakup IQ, skor perkembangan mental dan kemampuan Bahasa. Hasilnya, A\anak dengan stunting memiliki skor kognitif lebih rendah 6–10 poin dibanding anak dengan pertumbuhan normal. Anak underweight menunjukkan risiko dua kali lipat mengalami keterlambatan perkembangan mental, wasting (malnutrisi akut) juga berkaitan dengan keterlambatan bahasa.

Photo by Jill Wellington: https://www.pexels.com/photo/girl-eating-sliced-watermelon-fruit-beside-table-35545/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *