Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), Dokter Anak Ahli Tumbuh Kembang Pediatri Sosial dalam acara Pediatric Science & Health Summit 2026 di Bali awal tahun ini mengatakan bahwa zat besi merupakan salah satu zat gizi mikro yang penting bagi proses tumbuh kembang anak. Fungsi zat besi untuk petumbuhan dan perkembangan anak sangat penting. Zat besi diperlukan untuk perkembangan sistem saraf. Oleh karena itu, kekurangan zat besi pada anak terutama pada anak usia di atas 5 tahun akan sangat memengaruhi daya pikir seperti otak lemot atau lambat dalam berpikir dan merespon sesuatu dan juga berdampak pada fokus dan memori belajar. Namun sayangnya, banyak orang tua yang belum paham dan menganggap kondisi kekurangan zat besi adalah wajar dan tidak menjadi prioritas.
Dalam penelitian terbaru South East Asian Nutrition Survey II Indonesia (SEANUTS II) menunjukkan bahwa sebagian besar anak Indonesia tidak memenuhi asupan zat yang direkomendasikan. Rata-rata konsumsi zat besi anak Indonesia hanya mencapai 65,8% dari Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang disarankan. Kekurangan zat besi pada anak juga dapat memengaruhi fungsi kognitif, energi, dan daya tahan anak, namun sayangnya banyak yang tidak terdeteksi sejak dini. Jika tidak tertangani dengan cepat dan tepat maka dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap perkembangan anak. “Waktu yang tepat untuk bertindak adalah sebelum kondisi menjadi lebih berat. Skrining dini, termasuk pendekatan noninvasif seperti pemantauan hemoglobin atau evaluasi asupan zat besi, dapat membantu mengidentifikasi risiko lebih awal,” jelas Prof. Rini. Perbaikan pola makan disertai dengan minum susu yang diperkaya zat besi atau menambah asupan suplemen vitamin dan mineral termasuk zat besi yang direkomendasikan oleh tenaga kesehatan dapat menjadi solusi efektif dan terjangkau untuk mencegah anemia atau kekurangan zat besi, sehingga anak bisa tumbuh dan berkembang secara optimal.
Foto oleh Kampus Production: https://www.pexels.com/id-id/foto/orang-orang-masyarakat-rakyat-manusia-8813496/




