Air susu ibu (ASI) adalah makanan utama bagi bayi, terutama pada bulan-bulan pertama kehidupannya. UNICEF, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan Kementerian Kesehatan merekomendasikan agar bayi disusui segera setelah lahir dan tidak diberi makanan lain selain ASI selama 6 bulan pertama kehidupannya, tidak diberi air, atau makanan lain, hanya ASI.
Produksi ASI adalah proses yang panjang, dipengaruhi oleh dua hormon, yaitu prolaktin dan oksitosin. Prolaktin memengaruhi jumlah produksi ASI, sedangkan oksitosin memengaruhi proses produksi ASI. Salah satu cara meningkatkan produksi ASI adalah dengan mengonsumsi makanan bergizi, minum susu madu, minum air putih minimal 8 gelas sehari, sayuran hijau dapat membantu produksi ASI (misalnya, sayur katuk dan bayam, sayur jantung pisang dan pepaya), makan banyak buah-buahan yang mengandung banyak air, hindari stres, kesedihan, kemarahan, atau perasaan negatif lainnya, konsumsi vitamin tambahan bila diperlukan, dan kacang-kacangan (misalnya, kedelai, buncis, dll).
Pemenuhan gizi ibu merupakan salah satu faktor dalam proses produksi ASI. Ibu menyusui sangat dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan zat gizinya dalam sehari untuk produksi ASI dan energi ibu. Meningkatkan ASI dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan yang kaya protein seperti kacang hijau. Kacang-kacangan mengandung senyawa aktif, yaitu polifenol dan flavonoid yang berfungsi untuk meningkatkan hormon prolaktin. Ketika hormon prolaktin meningkat, sekresi ASI akan maksimal sehingga jumlah ASI akan meningkat.
Sebuah penelitian yang menganalisis efektivitas ekstrak kacang hijau untuk meningkatkan ASI menunjukkan bahwa konsumsi kacang hijau efektif melancarkan produksi ASI.
Penelitian yang dilakukan di Puskesmas Cibeureum, Kota Cimahi pada tahun 2021 melibatkan 32 ibu menyusui. Analisis menunjukkan bahwa volume rata-rata ASI sebelum diberikan ekstrak kacang hijau adalah 44,22 ml, volume rata-rata ASI setelah diberikan ekstrak kacang hijau adalah 70,13 ml dan nilai p adalah 0,000, yang berarti kacang hijau efektif untuk meningkatkan ASI. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh ekstrak kacang hijau terhadap produksi ASI.
Ibu menyusui yang mengonsumsi ekstrak kacang hijau secara langsung akan meningkatkan kebutuhan gizi mereka setiap hari. Selain itu, untuk menghasilkan produksi ASI yang baik, pola makan ibu harus memenuhi jumlah kalori, protein, lemak, vitamin, dan mineral yang cukup. Selain itu, ibu dianjurkan untuk minum lebih banyak, yaitu sekitar 8-12 gelas/hari. Faktor pola makan yang dikonsumsi ibu menyusui juga sangat berpengaruh terhadap produksi ASI pada ibu menyusui.
Sumber:
Kamila, L. (Year of Publication). Effectiveness Mung Bean Extract for Increase Breast Milk. 2nd The International Conference on Health Sciences (TICHeS) “Post Covid-19 Management in a Multidisciplinary Perspective”, ISSN: 2722-5119. Midwifery Faculty, Rajawali Institute of Health Sciences.
Photo by Firman Marek_Brew: https://www.pexels.com/photo/mung-bean-dessert-in-a-green-bowl-36211530/





