Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI meminta PT Nestlé Indonesia untuk menarik dan menghentikan sementara distribusi salah satu produk susu formula bayinya di Indonesia. Produk yang terdampak tersebut hanya produk S-26 Promil Gold pHPro 1 (formula bayi untuk usia 0–6 bulan), nomor izin edar ML 562209063696 dengan nomor bets 51530017C2 dan 51540017A1.
Permintaan ini dilakukan sebagai langkah pencegahan setelah adanya notifikasi dari sistem peringatan keamanan pangan Uni Eropa (EURASFF) terkait potensi cemaran toksin cereulide pada bahan baku produk tersebut.
BPOM menjelaskan bahwa notifikasi tersebut berasal dari temuan di luar negeri yang mengaitkan bahan baku tertentu dengan risiko toksin cereulide, yaitu racun yang dihasilkan oleh bakteri Bacillus cereus. Meski demikian, hasil pengujian BPOM terhadap produk yang beredar di Indonesia menunjukkan bahwa toksin cereulide tidak terdeteksi atau berada di bawah batas deteksi laboratorium.
Kendati tidak ditemukan cemaran berbahaya, BPOM tetap meminta Nestlé menarik produk terkait dari peredaran. Langkah ini diambil karena bayi merupakan kelompok konsumen yang sangat rentan, sehingga aspek kehati-hatian menjadi prioritas utama dalam pengawasan pangan, khususnya produk susu formula bayi.
Menindaklanjuti permintaan tersebut, Nestlé Indonesia menyatakan telah melakukan penarikan produk secara sukarela dan menghentikan sementara distribusi serta impor produk yang terdampak. BPOM juga menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan kasus gangguan kesehatan atau keracunan pada bayi di Indonesia yang disebabkan oleh produk tersebut.
BPOM mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak panik, serta selalu memeriksa informasi pada kemasan produk, termasuk nomor batch, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa. Konsumen yang telah membeli produk tersebut dengan nomor bets 51530017C2 dan 51540017A1. disarankan untuk menghentikan penggunaan dan menghubungi layanan konsumen resmi Nestlé.
Sumber:
- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI – Penjelasan Publik Penarikan Produk Formula Bayi
- ANTARA News – Nestle to halt infant formula distribution after toxin case: BPOM
- DetikHealth – Pernyataan Kepala BPOM terkait penarikan susu formula bayi





