Tips Berbelanja Telur

Telur sering jadi “penyelamat” di dapur keluarga. Mau digoreng, direbus, ditumis, sampai dijadikan campuran MPASI atau bekal anak, semuanya bisa. Selain praktis, telur juga dikenal sebagai sumber protein berkualitas tinggi yang baik untuk keluarga.

Tak sedikit telur yang kurang segar atau kualitasnya buruk dijual di pasaran, dan hal ini bisa medatangkan risiko kesehatan. Supaya tidak salah pilih, berikut tips memilih telur yang tepat, aman, dan layak jadi menu andalan keluarga.

1. Cek Kondisi Cangkang Telur

Pilih telur dengan cangkang utuh, tidak retak, tidak terlalu kotor, dan tidak berlendir. Retakan kecil bisa menjadi pintu masuk bakteri berbahaya seperti Salmonella. Cangkang telur yang masih segar biasanya tampak agak kasar dan tidak terlalu mengilap. Jika cangkang terlihat sangat licin atau kotor, sebaiknya jangan dipilih.

2. Pegang Telurnya

Telur segar biasanya terasa lebih berat saat dipegang. Ini karena bagian dalam telur masih padat dan kandungan airnya belum banyak menguap. Telur yang terasa ringan menandakan usianya sudah cukup lama.

3. Tes Air

Ingin lebih yakin? Lakukan tes air di rumah. Masukkan telur ke dalam mangkuk berisi air:

  • Telur tenggelam dan posisinya mendatar → masih segar
  • Telur tenggelam tapi berdiri miring → sudah agak lama
  • Telur mengapung → sebaiknya tidak dikonsumsi

4. Cium Bau dan Lihat Isinya

Saat telur dipecahkan, cium baunya. Telur segar tidak memiliki aroma menyengat. Jika tercium bau asam atau busuk, langsung buang telur tersebut. Selain itu, perhatikan bentuk kuning telurnya. Kuning telur segar biasanya bulat, cembung, dan tidak mudah pecah, sedangkan putih telurnya tampak kental dan tidak melebar.

5. Pilih Telur dari Penjual Terpercaya

Belilah telur dari penjual yang menjaga kebersihan dan memiliki perputaran stok cepat. Telur yang terlalu lama disimpan di suhu ruang bisa menurun kualitasnya. Jika membeli telur kemasan, jangan lupa cek tanggal produksi atau kedaluwarsa.

6. Cara Menyimpan Telur yang Benar

Agar telur tetap segar lebih lama, simpan telur di dalam kulkas. Usahakan tidak mencuci telur sebelum disimpan karena air dapat membuka pori-pori cangkang. Cuci telur hanya saat akan digunakan.

7. Warna Cangkang Bukan Penentu Gizi

Masih banyak yang mengira telur cokelat lebih bergizi dibandingkan telur putih. Faktanya, warna cangkang tidak menentukan kandungan gizi telur. Yang paling penting adalah kesegaran, kebersihan, dan cara penyimpanannya.

Sumber:

  1. Food and Agriculture Organization (FAO). Eggs and Egg Products: Quality and Safety.
  2. United States Department of Agriculture (USDA). Egg Products & Food Safety.
  3. World Health Organization (WHO). Salmonella (Non-typhoidal) Factsheet.
  4. Badan Pangan Nasional RI. Panduan Keamanan Pangan Produk Hewani.

Photo by Djaheda Richers: https://www.pexels.com/photo/2-brown-eggs-on-blue-background-6576801/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *