Kenaikan berat badan saat hamil sering dianggap sebagai indikator perkembangan janin yang baik. Tapi bagaimana jika berat badan ibu bertambah, sementara berat janin tidak naik sesuai harapan? Kondisi ini cukup umum terjadi dan perlu perhatian khusus karena bisa menjadi pertanda adanya gangguan pada tumbuh kembang janin.
Kenapa Berat Badan Ibu Bisa Naik?
Menurut Kementerian Kesehatan RI, kenaikan berat badan ibu selama kehamilan adalah hal normal dan bahkan dianjurkan. Namun, pertambahan ini tidak selalu berarti janin berkembang dengan baik. Kenaikan berat badan ibu bisa berasal dari:
- Penumpukan lemak tubuh
- Peningkatan volume darah dan cairan tubuh
- Pertumbuhan rahim dan jaringan payudara
- Plasenta dan cairan ketuban
Jadi, ibu bisa mengalami kenaikan berat badan karena faktor-faktor tersebut, walaupun pertumbuhan janinnya stagnan.
Penyebab Berat Janin Tidak Bertambah
Berikut beberapa penyebab medis dan nutrisi yang mendasari masalah ini:
- Asupan gizi tidak seimbang
Ibu mungkin makan cukup banyak, tapi jika makanan yang dikonsumsi rendah zat gizi penting seperti protein, zat besi, asam folat, dan seng, maka nutrisi yang dibutuhkan janin untuk tumbuh tidak tercukupi. - Plasenta tidak berfungsi optimal
Plasenta berfungsi menyalurkan oksigen dan nutrisi ke janin. Jika mengalami gangguan (misalnya karena preeklamsia atau infeksi), maka pertumbuhan janin bisa terhambat, meski berat badan ibu tetap naik. - Penyakit penyerta pada ibu
Kondisi seperti anemia, hipertensi kronis, gangguan tiroid, dan diabetes gestasional dapat memengaruhi penyerapan dan penyaluran nutrisi ke janin. - Gaya hidup yang kurang sehat
Merokok, konsumsi kafein berlebihan, stres kronis, dan kurang aktivitas fisik juga dikaitkan dengan pertumbuhan janin yang kurang optimal. - Intrauterine Growth Restriction (IUGR)
Ini adalah kondisi medis serius di mana janin tidak tumbuh sesuai usia kehamilan. Bisa terjadi karena masalah plasenta atau kondisi kesehatan ibu.
Jika dokter menemukan berat janin tidak naik, penting untuk segera mengambil langkah:
- Konsultasi gizi: Perbaiki pola makan ibu agar lebih kaya protein, zat besi, dan kalori seimbang.
- Pemantauan ketat: Lakukan USG berkala untuk memantau pertumbuhan janin dan aliran darah plasenta.
- Pola hidup sehat: Hindari rokok, minuman berkafein tinggi, dan kelola stres.
- Periksa kesehatan ibu: Pastikan tekanan darah, kadar hemoglobin, dan fungsi tiroid normal.
Jangan panik saat mendengar bahwa berat janin belum bertambah meski berat badan ibu naik. Dengan penanganan yang tepat, kondisi ini masih bisa diatasi. Kunci utamanya adalah pemantauan rutin, gizi seimbang, dan pola hidup sehat. Konsultasikan setiap perubahan dengan dokter atau bidan agar ibu dan janin sama-sama sehat hingga hari persalinan tiba.
Daftar Pustaka:
- WHO. (2016). Recommendations on Antenatal Care for a Positive Pregnancy Experience
- Kementerian Kesehatan RI. (2021). Pedoman Gizi Seimbang Ibu Hamil
- Cunningham FG et al. (2018). Williams Obstetrics 25th ed. McGraw-Hill Education
- ACOG. (2021). Nutrition During Pregnancy
- Kramer MS. (2003). Balanced protein/energy supplementation for pregnant women. Cochrane Database
Photo by MART PRODUCTION: https://www.pexels.com/photo/people-woman-sitting-technology-7089047/





