Baby Walker Tidak Lagi Direkomendasikan, Ini Kata Para Ahli

Baby walker atau alat bantu jalan untuk bayi sering dianggap sebagai solusi praktis agar bayi cepat belajar berjalan. Banyak orang tua muda membeli baby walker dengan harapan si kecil bisa lebih aktif dan mandiri. Namun, benarkah penggunaan baby walker aman dan bermanfaat bagi perkembangan bayi?

Menurut sejumlah penelitian dan pendapat para ahli, penggunaan baby walker justru lebih banyak menimbulkan risiko daripada manfaatnya.

Risiko Cedera dan Keterlambatan Perkembangan

Salah satu penelitian dari American Academy of Pediatrics (AAP), menyebutkan bahwa baby walker dapat menyebabkan cedera serius. Dalam jurnal Pediatrics tahun 2018, AAP melaporkan bahwa sekitar 230.000 bayi di Amerika Serikat mengalami cedera terkait baby walker antara tahun 1990 hingga 2014. Cedera ini umumnya terjadi akibat bayi yang jatuh dari tangga, terguling, atau terbentur benda keras karena mobilitas yang meningkat tanpa kontrol yang baik.

Bukan hanya itu, penggunaan baby walker juga dikaitkan dengan keterlambatan perkembangan motorik. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Developmental and Behavioral Pediatrics tahun 1999 oleh Siegel dan Burton menunjukkan bahwa bayi yang menggunakan baby walker cenderung mengalami keterlambatan dalam duduk, merangkak, dan berjalan dibandingkan bayi yang tidak menggunakannya. Hal ini karena walker memberikan posisi yang tidak alami bagi bayi, serta mengurangi waktu yang seharusnya digunakan untuk melatih otot inti tubuh mereka.

Apa Kata Para Ahli?

Dr. Benjamin Hoffman, seorang dokter anak dan anggota AAP, menyatakan bahwa baby walker memberikan bayi kemampuan yang belum seharusnya mereka miliki, seperti bergerak cepat tanpa keseimbangan yang matang. “Walker membuat orang tua merasa bayi aman, padahal sebenarnya lebih rentan cedera,” ujarnya.

Sementara itu, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga menyarankan agar orang tua tidak menggunakan baby walker. Dalam berbagai edukasi publiknya, IDAI menyebutkan bahwa alat ini tidak membantu mempercepat kemampuan berjalan, melainkan bisa mengganggu perkembangan alami bayi.

Alternatif yang Lebih Aman

Daripada menggunakan baby walker, para ahli merekomendasikan memberikan waktu “tummy time” atau waktu tengkurap yang cukup. Ini membantu memperkuat otot leher, punggung, dan lengan bayi. Selain itu, biarkan bayi bereksplorasi di lantai yang aman untuk merangsang motorik kasar secara alami.

Alat bantu seperti baby push walker yang digunakan saat bayi sudah bisa berdiri juga bisa menjadi alternatif lebih aman, selama digunakan di permukaan rata dan diawasi oleh orang dewasa.

Meskipun baby walker terlihat menyenangkan dan praktis, risikonya jauh lebih besar daripada manfaatnya. Para ahli dan lembaga kesehatan anak terkemuka di dunia sepakat bahwa baby walker tidak aman dan tidak mendukung perkembangan bayi secara optimal. Untuk orang tua muda, penting untuk selalu memprioritaskan keselamatan dan perkembangan alami bayi. Berikan stimulasi yang sesuai usia dan pantau perkembangan mereka tanpa bergantung pada alat bantu yang tidak direkomendasikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *