Makan Telur Tidak Sebabkan Kolesterol Darah Naik

Super food merupakan makanan yang dianggap memiliki kekayaan gizi begitu padat, sehingga baik untuk kesehatan tubuh. Namun menurut American Heart Association, tidak ada kriteria maupun daftar yang disetujui dari sejumlah makanan tertentu untuk menentukan apa yang tergolong superfood dan bukan.

Telur dikenal sebagai salah satu super food. Telur mengandung zat-zat yang dibutuhkan untuk mempromosikan, menjaga, dan memperbaiki kesehatan tubuh. Telur merupakan pangan sumber protein terbaik. Ada 21 jenis asam amino yang terkandung dalam telur, dan 9 di antaranya adalah asam amino esensial.

Dalam sebutir telur ukuran sedang mengandung 74 kalori dan 6 gram protein. Kaya vitamin mineral seperti zat besi, fosfor, selenium, dan vitamin A, B12, B2, dan B5. Telur juga mengandung kolin (choline) yang termasuk dalam grup vitamin B yang sangat dibutuhkan oleh otak. Kolin dihasilkan tubuh di dalam hati, tetapi jumlahnya tidak mencukupi, sehingga perlu asupan kolin dari makanan. Kolin sangat dibutuhkan oleh ibu hamil untuk perkembangan otak dan syaraf pada janin. Kolin juga membantu membangun dan menjaga sel-sel tubuh, serta menghasilkan asetilkolin yang dibutuhkan untuk kerja otak, syarat, otot, dan jantung.

Dahulu, telur dianggap sebagai penyebab munculnya risiko penyakit jantung karena kandungan kolesterol didalamnya. Dalam satu butir telur ukuran besar mengandung 207 mg kolesterol, jumlah ini sangat besar jika dibandingkan jenis pangan lain. Diperoleh informasi dari situs Healthline, berbagai studi telah dilakukan dan menunjukan bahwa kolesterol dalam telur tidak berdampak buruk terhadap kenaikan kadar kolesterol dalam darah. Faktanya, telur malah meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL).

Satu analisis terhadap 23 penelitian tentang konsumsi telur dan Kesehatan menemukan bahwa konsumsi 2 butir telur atau lebih dalam sehari tidak berkaitan dengan peningkatan risiko kardiovaskuler dibandingkan dengan yang mengonsumsi 1 butir atau tidak sama sekali. Faktanya, konsumsi telur lebih banyak dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit arteri koroner. Hal tersebut berkaitan dengan adanya komponen lain dalam telur, seperti lesitin (merupakan fosfolipid, komponen dari lemak dalam telur). Lesitin mampu mengurangi penyerapan kolesterol telur dalam usus.

Sumber:
https://www.healthline.com/nutrition/why-are-eggs-good-for-you#TOC_TITLE_HDR_4

foto: Foto oleh Antoni Shkraba: https://www.pexels.com/id-id/foto/tomat-jamur-lezat-fotografi-makanan-6823326/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *