Bingung Hadapi Anak Susah Makan? Coba 6 Cara Ini Untuk Tingkatkan Nafsu Makannya, Bu!

Rasa khawatir dan kesal pasti sering ibu alami jika anak susah makan. Nafsu makan anak yang rendah membuat Ibu ketakutan akan mengganggu tumbuh kembangnya. Rasa takut berlebihan yang Ibu rasakan ini kadang kala menimbulkan ekspektasi berlebih pada porsi makan anak.

Sudjatmoko dalam Damianus Journal of Medicine menjelaskan, ada beberapa istilah yang dipakai untuk menggambarkan kesulitan makan pada anak, seperti pickiness (Amerika Serikat) dan faddiness (Inggris), yang berarti suka memilih-milih makanan. Picky Eating atau hanya mau makanan tertentu merupakan proses normal yang sering terjadi pada balita dan tidak akan berlangsung lama. Dalam jurnal tersebut juga disebutkan, terdapat enam situasi makan yang merupakan bagian dari dinamika tumbuh kembang anak yang normal yaitu (1) food jag (makan hanya satu jenis makanan); (2) food strikers (menolak apa yang disajikan dan minta makanan yang lain); (3) tv habbit (akan makan bila menonton televisi); (4) the complainers (selalu mengeluh apa yang disajikan); (5) white food diet (hanya makan yang berwarna putih seperti roti, kentang , makaroni, atau nasi saja); dan (6) takut mencoba makanan baru.

 

Bagaimana membuat nafsu makan anak bertambah?

Selera makan yang baik pada usia bayi bisa saja berubah menjadi menjadi kurang baik saat anak mulai memasuki usia pra sekolah. Dilihat dari situasi makan dan dinamika tumbuh kembang anak, sebenarnya hal tersebut bisa saja disiasati dan diubah.

Jadi sebaiknya ibu jangan panik dulu jika hari ini anak susah makan, karena sebenarnya nafsu makan anak mudah sekali berubah. Nah, supaya nafsu makan anak bertambah, coba cara ini, Bu!

1. Ciptakan suasana makan yang ceria

Cobalah untuk membuat waktu makan lebih santai. Tawarkan beragam makanan dan biarkan ia memilih makanan yang ingin dimakan. Coba tidak terlalu fokus dengan apa yang tidak dia makan, namun sebaliknya. Beri perhatian dan penghargaan terhadap usahanya yang berupaya menghabiskan makanan. Beri contoh bahwa makan itu menyenangkan dan mengasyikkan.

2. Tahu tanggung jawab

Menurut Ellyn Satter, seorang peneliti dan praktisi makan anak yang dikutip dari Singapore Medical Journal (2014), secara umum dalam proses makan, anak dan orang tua (pengasuh) memiliki tanggung jawab masing-masing. Orang tua bertanggung jawab menyiapkan makanan dalam jumlah tepat dan bervariasi serta menentukan tempat dan waktu menyajikan makanan. Sedangkan anak bertanggung jawab pada seberapa banyak makanan yang dimakan atau bahkan yang tidak dimakan. Orang tua juga harus membuat suasana makan yang menyenangkan, bebas gangguan dan aman.

3. Sajikan dalam porsi kecil dan sering

Ukuran perut anak lebih kecil bila dibandingkan orang dewasa. Mereka tidak bisa makan terlalu banyak saat waktu makan tiba. Jadi, sajikan makanan dalam porsi kecil, dengan frekuensi 5-6 kali penyajian supaya kebutuhan kalori anak terpenuhi. Hal ini juga dapat menurunkan risiko terjadinya masalah saat waktu makan.

4. Variasikan menu anak

Upayakan selalu menyajikan makanan bervariasi, mencakup 4 grup bahan pangan utama.

  • Sumber karbohidrat seperti nasi, pasta, roti, atau produk grain lainnya yang diperkaya dengan vitamin dan mineral seperti zat besi, asam folat, vitamin B termasuk niasin, tiamin, dan riboflavin.
  • Tawarkan dalam jumlah banyak buah dan sayuran dalam ukuran yang mudah digigit,
  • Susu, yoghurt, keju dan produk olahan susu lainnya mengandung protein, kabohidrat, lemak, kalsium dan vitamin D dalam jumlah yang seimbang.
  • Daging tanpa lemak, daging unggas dan ikan, juga tofu, kacang-kacangan dan lentil dapat memenuhi kebutuhan anak akan protein, lemak, vitamin dan mineral (seperti zat besi).

Setiap anak memiliki makanan kesukaannya sendiri, hal ini mungkin bisa menyulitkan Ibu saat akan mengenalkan jenis makanan baru. Untuk itu, perkenalkan dalam porsi kecil terlebih dahulu supaya menghindari penolakan pada makanan yang baru Ibu kenalkan.

5. Jangan paksa

Waktu makan seharusnya menjadi waktu paling menyenangkan.untuk seluruh anggota keluarga, termasuk bagi anak. Jadi, bukan ide yang bagus untuk memaksa anak makan makanan yang tidak ia sukai. Risikonya, mungkin saja anak trauma dan menolak untuk makan makanan tersebut di lain hari. Menolak makanan bisa menjadi cara bagi anak untuk menegaskan kemandirian mereka, Bahkan ahli kesehatan berpendapat, bahwa kebanyakan anak akan makan sesuai dengan apa yang mereka butuhkan.

6. Hindari gangguan

Jangan biarkan televisi menyala saat anak sedang makan. Gangguan seperti inilah yang kadang bisa merusak nafsu makan anak. (Food for Kids Indonesia).

 

Sumber:

  • Sudjatmoko. 2011. MASALAH MAKAN PADA ANAK. Damianus Journal of Medicine; Vol.10 No.1 Februari 2011: hlm. 36–41. Diunduh pada 12 Maret 2019

Foto oleh sklei: https://www.pexels.com/id-id/foto/foto-close-up-anak-makan-es-krim-1482769/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *