Makanan yang Bisa Mengganggu Perkembangan Otak Anak

Membuat Keputusan tentang makanan dan minuman yang harus dimakan anak kadang menjadi sulit dan dilema bagi seorang ibu. Terutama jika kita sebagai ibu tidak yakin apakah makanan yang kita berikan menyehatkan atau tidak untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.

Berdasar penelitian yang dipublikasikan dalam The Lancet: Child & Adolescent Health, jenis makanan yang dapat memperburuk kerja otak adalah junk food. Pemilihan jenis makanan yang buruk atau tidak menyehatkan (rendah serat, tinggi garam gula, tinggi kalori) dapat berdampak pada perkembangan otak anak dan remaja. Hal ini karena otak remaja juga masih berkembang terutama pada bagian frontal protex yang bertanggunjawab untuk daya ingat, perhatian, dan control impulsive. Berdasar jurnal tersebut diketahui bahwa junk food mempengaruhi perkembangan pre-frontal cortex dan berdampak negative pada kemampuan anak untuk mengontrol makanan yang akan dia makan. Kemampuan kontrol yang tidak menyebabkan anak untuk makan apa yang dia suka termasuk jenis makanan tidak menyehatkan seperti junk food. Kebiasaan ini bisa berlangsung hingga dewasa, dan dapat menyeybakann risiko diabetes di masa yang akan datang.

Dan sebuah studi baru dari University of Georgia menemukan bahwa konsumsi pangan bergula dan garam tinggi pada masa kanak-kanak mungkin menyebabkan gangguan memori di masa dewasa. Namun penelitian ini dilakukan pada tikus sehingga masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.

Foto oleh Robin Stickel: https://www.pexels.com/id-id/foto/kentang-goreng-dan-burger-di-piring-70497/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *