Faktor yang Mempengaruhi Tinggi Badan Anak

Tiap orang tua pasti ingin anaknya memiliki fitur fisik yang baik, termasuk memiliki tinggi badan yang cukup atau bahkan lebih. Memang ada beberapa keuntungan jika menjadi orang tinggi. Beberapa profesi, misalnya, mengharuskan orang untuk tinggi, seperti model, atlit basket, atau pramugari. Tidak hanya itu, beberapa pekerjaan lain juga mensyaratkan tinggi badan minimal bagi para pegawainya.

Peran faktor genetis terhadap tinggi badan

Sudah banyak yang mengetahui bahwa tinggi badan orang tua memengaruhi tinggi badan anak, karena faktor genetis. Hal itu memang benar, namun hubungan itu tidak terlihat ketika masih bayi. Saat anak mulai memasuki usia 2 tahun, bukti-bukti bahwa tinggi orang tua menurun pada anak, akan makin terlihat. Sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa faktor genetis berpengaruh 90 persen atau lebih terhadap tinggi badan anak. Namun, faktor eksternal tetap memiliki peran lho, Moms!

Peran faktor eksternal terhadap tinggi badan

Tanpa mempertimbangkan faktor eksternal, tinggi badan anak dapat diperkirakan dengan menghitung tinggi badan ayah dan ibu. Dikutip dari Healthychildren.org, cara menghitung potensi tinggi maksimal anak adalah dengan menjumlahkan tinggi badan ayah dan ibu dalam centimeter, lalu dibagi 2.

  • Untuk anak laki-laki, hasilnya ditambah 6,35 cm
  • Untuk anak perempuan, hasilnya dikurangi 6,35 cm.

Itu adalah potensi tinggi maksimal yang dapat dicapai oleh anak. Artinya, bisa saja anak tidak mencapai tinggi badan tersebut jika faktor eksternal tidak cukup baik. Peran orang tua menjadi penting di sini, yaitu untuk memastikan anak mencapai tinggi badan maksimalnya.

Sumber:

Foto oleh Guduru Ajay bhargav: https://www.pexels.com/id-id/foto/anak-laki-laki-berkemeja-hijau-crew-neck-melompat-dari-batu-hitam-di-pantai-939702/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *