Mau Gigi Anak Sehat dan Kuat? Ini Tipsnya!

Bu, apapun makanan yang anak makan akan berdampak pada kesehatan giginya. Terlalu banyak karbohidrat, gula (misal dari cake, kukis, permen, susu dan pangan bergula lain), dan zat tepung lainnya (misal pretzel, keripik kentang, kerupuk) dapat menyebabkan kerusakan gigi.

Mengonsumsi makanan berkarbohidrat dalam jumlah banyak dapat mempercepat penumpukan plak di sela-sela gigi dan gusi. Jika malas gosok gigi, plak gigi akan menumpuk dengan cepat dan menjadi tebal lalu mengeras. Jika dibiarkan terlalu lama, plak akan menebal dan sulit dihilangkan.

Plak gigi yang baru muncul sebenarnya tidak kelihatan Bu. Plak gigi ini adalah lapisan tipis yang terdiri dari beragam jenis mikrooganisme yang menempel pada sela-sela gigi atau gusi. Mikroorganisme ini berasal dari makanan yang masuk ke mulut saat kita makan. Nah, jika pembersihan gigi tidak optimal, tumpukan sisa makanan ini lama kelamaan akan mengeras dan berubah menjadi karang gigi.

Dalam plak gigi banyak terdapat mikroorganisme yang memproduksi asam, sehingga mampu merusak enamel gigi. Jika enamel sudah rusak, maka gigi sangat rentan terhadap berbagai macam masalah kerusakan gigi seperti gigi berlubang.

Jadi, minta anak untuk rajin membersihkan gigi ya, Bu karena umumnya plak gigi muncul sekitar 4-12 jam setelah terakhir menggosok gigi. Jangan biarkan plak terlalu lama ‘hinggap’ di gigi supaya tidak menebal dan agar lebih mudah dihilangkan.

Kidshealth.org menyarankan agar perawatan gigi sebaiknya dimulai bahkan sebelum gigi pertama anak muncul. Dan sebaiknya anak sudah diajak berkunjung ke dokter gigi saat usianya satu tahun. Pada kunjungan pertama ini, dokter gigi akan menjelaskan teknik menyikat dan mem-floss gigi dengan tepat, sehingga Ibu juga menjadi lebih mengerti.

Meminimalkan timbulnya plak pada gigi anak juga bisa ibu lakukan, lho! Caranya, ajari anak untuk memilih pangan yang lebih menyehatkan dan mengandung tinggi serat. Ada kelompok pangan yang bisa menyebabkan kerusakan gigi, ada juga pangan yang dapat meminimalkan pembentukan plak.

Pangan agar gigi tetap sehat

Bu, berikut deretan pangan yang dapat mendukung kesehatan gigi anak.

  1. Sayur dan buah kaya serat
  1. Dari situs University of Rochester Medical Center diperoleh informasi bahwa sayuran dan buah kaya serat membantu menjaga gigi dan gusi tetap bersih juga memastikan air liur (saliva) mengalir. Hal ini bisa mencegah terjadinya kavitis dan penyakit pada gusi. Sekitar 20 menit setelah gigi mengunyah makanan yang mengandung gula atau pati, air liur yang mengalir akan mengurangi efek asam dan enzim yang menyerang gigi. Air liur juga mengandung kalsium dan fosfat (meskipun sedikit), yang dapat menggantikan mineral pada area sekitar gigi yang hilang karena asam dari kegiatan bakteri.
  2. Keju, susu, yoghurt plain dan produk olahan susu lainnya. Keju sudah dikenal sebagai ‘pembuat’ air liur, artinya konsumsi keju dapat memicu produksi air liur. Kalsium dari keju serta kalisum dan fosfat dari susu dan produk olahan susu lainnya dapat menggantikan mineral yang hilang dari gigi akibat asam dari aktivitas bakteri. Kalsium dan fosfat juga dapat membangun kembali enamel gigi.
  3. Pangan dengan fluoride. Ibu bisa temukan produk yang diperkaya dengan flouride pada jus bubuk (pastikan tidak mengandung banyak gula), sup instan tinggal seduh, seafood, produk olahan daging unggas dan sereal.
  4. Pangan mengandung fosfor untuk menjaga gigi tetap kuat. Terdapat pada telur, ikan, daging tanpa lemak, dan kacang.
  5. Pangan mengandung vitamin C untuk menjaga kesehatan gusi. Terdapat pada buah sitrus, tomat, brokoli, kentang dan bayam.

Pangan yang bisa merusak gigi

Nah, hati-hati dengan daftar pangan berikut ini Bu! Boleh saja dikonsumsi, namun batasi ya! Lalu sebaiknya, bersihkan gigi sesaat setelah mengonsumsi pangan berikut:

  1. Permen dan pangan manis lainnya. Sebenarnya tidak apa jika anak mengonsumsi permen atau pangan manis lainnya. Namun segera setelahnya bersihkan gigi agar tidak ada gula yang tertinggal.
  2. Makanan bertepung yang mudah sekali ‘nyangkut’ di sela-sela gigi, contohnya roti manis dan keripik kentang.
  3. Minuman bergula seperti teh dalam botol, jus kotak dan soda. Minuman jenis ini mengandung gula cukup tinggi dan mengandung fostat serta asam sitrat yang dapat merusak enamel gigi.

American Dental Association (ADA) menyarankan beberapa tips yang bisa ibu coba untuk mengurangi terjadinya kerusakan pada gigi anak, yaitu:

  1. Mengonsumsi makanan bergula bersamaan dengan makan utama. Mulut akan memproduksi air liur yang lebih banyak saat waktu makan makanan utama. Hal ini dapat membantu mengurangi dampak produksi asam dan juga agar sisa makan bisa ‘terbilas’ sehingga mengurangi sisa makanan yang menempel pada gigi.
  2. Batasi ngemil di antara dua waktu makan. Jika anak benar-benar ingin ngemil, pilihkan camilan yang bernutrisi seperti misalnya potongan buah.
  3. Minum air lebih banyak. Air berflouride dapat membantu mencegah terjadinya kerusakan gigi.
  4. Sikat gigi minimal 2 kali sehari.
  5. Lakukan floss sekali setiap hari.

Sumber:

Foto oleh Ketut Subiyanto: https://www.pexels.com/id-id/foto/sehat-kuning-sikat-pagi-4546136/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *