Protein Hewani dan Protein Nabati, Mana yang Lebih Baik?

Ada dua jenis protein, yakni protein hewani dan protein nabati. Lalu mana yang lebih baik? Mari kita lihat strukturnya Bu!

Protein hewani dan protein nabati memiliki struktur dan mengandung asam amino yang berbeda. Saat protein dimakan dan masuk tubuh, maka tubuh akan memecah protein menjadi komponen yang lebih sederhana yakni menjadi asam amino. Tubuh sebenarnya menghasilkan asam amino lho, Moms namun jenisnya adalah asam amino non-esensial, sedangkan tubuh membutuhkan asam amino esensial yang bisa kita dapat dari konsumsi pangan berprotein.

Dalam Journal of Sport Science and Medicine tertulis, protein hewani seperti daging, ikan, ayam, telur, susu dan produk olahnnya mengandung asam amino esensial lengkap dan strukturnya hampir sama dengan asam amino yang ada di tubuh. Oleh karena itu, pangan protein hewani merupakan sumber asam amino yang baik untuk tubuh. Berbeda dangan protein hewani, protein nabati seperti tempe, tahu, bayam, brokoli, jamur dan kacang-kacangan tidak memiliki asam amino esensial yang lengkap. Dalam protein nabati, tidak ada asam amino metionin, triptofan, isoleusin, dan lisin. Sehingga nilai penyerapan asam amino yang lebih baik adalah protein hewani.

Bu, sekarang ini tak sedikit anak usia sekolah dasar yang menghabiskan 6-7 jam waktunya di sekolah. Perkiraan waktu inipun belum ditambah dengan kegiatan ekstrakurikuler, pelajaran tambahan, atau kesibukan lain yang berhubungan dengan kegiatan sekolah. Hal ini yang kemudian menyebabkan anak usia sekolah rentan mengalami masalah kekurangan gizi. Supaya kebutuhan gizi anak tercukupi, Ibu bisa membekali anak dengan makanan bergizi seimbang termasuk pangan berprotein. Membekali anak dengan sekotak susu bisa menjadi pilihan praktis lho Bu, supaya kebutuhan protein anak tercukupi.

Sumber:

Foto oleh Laker : https://www.pexels.com/id-id/foto/jamur-coklat-dan-putih-di-permukaan-putih-6157030/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *