Tanya Pakar

Pertanyaan :

Dok, adakah dampak konsumsi makanan cepat saji (fast food) pada perkembangan dan pertumbuhan otak balita? Karena putri saya (4 tahun) senang sekali makanan cepat saji, dalam seminggu bisa sampai 3 kali kami mengunjungi restoran cepat saji. Mohon masukkan dok (Ratih, Depok).

Jawaban :

Ibu Ratih, saya dapat menduga bahwa makanan cepat saji yang Ibu maksud adalah menu ayam goreng yang banyak diminati oleh anak karena rasa gurihnya. Menu makanan tersebut dikuatirkan akan memberi asupan energi (kalori) yang berlebihan karena tingginya kandungan lemaknya, sementara minim akan kandungan zat gizi secara lengkap. Ibu tentunya telah mengetahui bahwa tumbuh-kembang anak, termasuk tumbuh-kembang otaknya dipengaruhi oleh asupan zat gizi yang lengkap, yang hanya dapat diperoleh dari menu makanan dengan pola gizi seimbang, yaitu terdiri dari berbagai jenis bahan makanan (makanan pokok, sayur-buah, lauk pauk dan air serta susu), dalam jumlah porsi yang seimbang antara asupan energi dari karbohidrat, lemak dan protein, dan terjadwal waktu makannya. Bila anak menyukai menu hidangan cepat saji tersebut, saran saya sebaiknya dibuatkan menu tersebut di rumah dan dilengkapi dengan hidangan sayur dan buah, agar anak tetap dapat memperoleh asupan vitamin dan mineral serta asam lemak yang sangat mendukung tumbuh-kembang otaknya.


← Kembali ke tanya pakar